Gula-Gula Erick Thohir buat Kebutuhan Garam yang Masih 'Asin'
Kamis, 19 November 2020 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
Persoalan industri garam nantinya akan diserahkan Kementerian BUMN kepada PT Garam (Persero). Perseroan ini juga masuk dalam anggota holding BUMN pangan.
Di holding pangan ini, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI menjadi induk holding. RNI akan membawahkan beberapa BUMN seperti PT Berdikari (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero) (Perinus), Perum Perikanan Indonesia (Perindo), dan PT Pertani (Persero). Selanjutnya PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Garam (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), dan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero).
Ada sejumlah kegiatan usaha yang sudah dipetakan Erick Thohir. Misalnya, produksi beras, jagung, cabai merah, dan bawang merah ada di Sang Hyang Seri dan Pertani. Produksi ayam dan sapi di PT Berdikari, produksi ikan di Perindo dan Perinus. Lalu, produksi gula di RNI, dan produksi garam di PT Garam. ( Baca juga:Puluhan Anggota TNI Datangi Markas FPI, Ini Penjelasan Pangdam Jaya )
Untuk penjualan nantinya akan bekerja sama dengan peritel dan startup pangan yang sudah ada, antara lain Grab, Sayurbox, TaniHub, dan sebagainya.
Erick juga tengah mempelajari keberadaan Perum Perindo dan Perinus dalam posisinya di holding BUMN pangan. Kajian itu diarahkan untuk dilakukan penyatuan. Erick Thohir mengatakan, baik Perum Perindo dan Perinus memiliki lini bisnis yang sama, yakni perikanan. Karena itu, langkah peleburan kedua perseroan kemungkinan akan dilakukan.
Di holding pangan ini, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI menjadi induk holding. RNI akan membawahkan beberapa BUMN seperti PT Berdikari (Persero), PT Perikanan Nusantara (Persero) (Perinus), Perum Perikanan Indonesia (Perindo), dan PT Pertani (Persero). Selanjutnya PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Garam (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), dan PT Bhanda Ghara Reksa (Persero).
Ada sejumlah kegiatan usaha yang sudah dipetakan Erick Thohir. Misalnya, produksi beras, jagung, cabai merah, dan bawang merah ada di Sang Hyang Seri dan Pertani. Produksi ayam dan sapi di PT Berdikari, produksi ikan di Perindo dan Perinus. Lalu, produksi gula di RNI, dan produksi garam di PT Garam. ( Baca juga:Puluhan Anggota TNI Datangi Markas FPI, Ini Penjelasan Pangdam Jaya )
Untuk penjualan nantinya akan bekerja sama dengan peritel dan startup pangan yang sudah ada, antara lain Grab, Sayurbox, TaniHub, dan sebagainya.
Erick juga tengah mempelajari keberadaan Perum Perindo dan Perinus dalam posisinya di holding BUMN pangan. Kajian itu diarahkan untuk dilakukan penyatuan. Erick Thohir mengatakan, baik Perum Perindo dan Perinus memiliki lini bisnis yang sama, yakni perikanan. Karena itu, langkah peleburan kedua perseroan kemungkinan akan dilakukan.
(uka)
Lihat Juga :