Catat Ya! Pemulihan Ekspor Jadi Kabar Baik, Tapi Konsumsi Belum Pulih
Minggu, 22 November 2020 - 09:33 WIB
loading...
A
A
A
"Data ini sejalan dengan indeks penjualan riil BI yang terkontraksi 8,7% pada bulan September. Indeks keyakinan konsumen pun masih menurun dari 83,4 menjadi 79 pada Oktober," terangnya.
(Baca Juga: Pemerintah Akui Surplus Neraca Dagang Tak Berarti Ekonomi Stabil )
Selain itu selama konsumen kelas menengah dan atas tahan belanja, maka industri tidak berani menambah stok pasokan bahan baku termasuk bahan baku impor. Lalu dari sisi impor barang konsumsi negatif -7,58% dibanding bulan sebelumnya.
"Padahal pelaku usaha biasanya stok impor barang konsumsi untuk mempersiapkan Harbolnas 11.11 pada bulan berikutnya. Penjualan lewat e-commerce meskipun naik, tapi belum bisa mengimbangi penurunan tajam pada ritel konvensional. Ini berarti konsumsi memang belum pulih," bebernya.
Sementara dari kinerja ekspor non migas ada kenaikan 3,54% secara month to month. Ekspor disuport oleh perbaikan permintaan di China yang naik 8,9% dibanding bulan sebelumnya. "Porsi ekspor ke China juga merangkak menjadi 18,6% dari total ekspor," tandasnya.
(Baca Juga: Pemerintah Akui Surplus Neraca Dagang Tak Berarti Ekonomi Stabil )
Selain itu selama konsumen kelas menengah dan atas tahan belanja, maka industri tidak berani menambah stok pasokan bahan baku termasuk bahan baku impor. Lalu dari sisi impor barang konsumsi negatif -7,58% dibanding bulan sebelumnya.
"Padahal pelaku usaha biasanya stok impor barang konsumsi untuk mempersiapkan Harbolnas 11.11 pada bulan berikutnya. Penjualan lewat e-commerce meskipun naik, tapi belum bisa mengimbangi penurunan tajam pada ritel konvensional. Ini berarti konsumsi memang belum pulih," bebernya.
Sementara dari kinerja ekspor non migas ada kenaikan 3,54% secara month to month. Ekspor disuport oleh perbaikan permintaan di China yang naik 8,9% dibanding bulan sebelumnya. "Porsi ekspor ke China juga merangkak menjadi 18,6% dari total ekspor," tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :