Sri Mulyani Putar Otak agar Aset Lebih dari Rp6.000 Triilun Jadi Sumber Pendapatan

Selasa, 24 November 2020 - 11:37 WIB
loading...
Sri Mulyani Putar Otak...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat jumlah barang milik negara (BMN) senilai lebih dari Rp6.000 triilun. Jumlah aset sebanyak itu terdiri dari 272 bangunan properti, dua kilang minyak, dan kawasan Ciperna yang dilelola Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

"Banyak gedung yang dibangun oleh pemerintah menggunakan APBN. BMN yang kita punya itu bisa tembus 6.000 triliun," kata Menkeu dalam video virtual, Selasa (24/11/2020). ( Baca juga:Sri Mulyani Ungkap Alasan Pemerintah Pangkas Libur Akhir Tahun )

Kata dia, optimalisasi pengelolaan aset atau barang milik negara (BMN) perlu diperkuat untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat maupun sumber pundi-pundi baru bagi negara.

"Kita berpikir keras bagaimana cara memanfaatkan banyak gedung yang dibangun oleh pemerintah. Kadang-kadang ketika sudah selesai membangun gedung, kita lupa bahwa aset itu masih bisa dioptimalkan," bebernya.

Dia menambahkan, terus memotivasi para aset manajer untuk berinovasi dalam mengoptimalkan potensi aset-aset milik negara, yang khusus BMN saja nilainya ribuan triliun. Salah satu poin yang dia tekankan adalah memikirkan cara agar aset tersebut bisa bekerja dan menghasilkan nilai tambah. ( Baca juga:Inilah 5 KO Kejam Mike Tyson yang Mengguncang Jagat Tinju )

"Aset-aset ini diharapkan akan dikelola sehingga menghasilkan penerimaan negara atau manfaat yang maksimal. Jadi, bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
GBK Cetak Pendapatan...
GBK Cetak Pendapatan Rp812 Miliar, Rekor Tertinggi dalam 63 Tahun Pengelolaan
Menko AHY Sebut Proyek...
Menko AHY Sebut Proyek Giant Sea Wall Melindungi Aset Nasional: 70 Kawasan Industri dan 5 KEK
Purbaya Berubah Pikiran,...
Purbaya Berubah Pikiran, Masa Tugas Satgas BLBI Bakal Diperpanjang
Defisit APBN Rp240,1...
Defisit APBN Rp240,1 Triliun Dinilai Sebagai Alarm Kebijakan, Haruskah Panik?
Jalankan Putusan Menag,...
Jalankan Putusan Menag, UIN Jakarta Resmi Integrasikan SMA/SMK Triguna Hari Ini
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Dana Rampasan Rp153,6...
Dana Rampasan Rp153,6 Miliar Kembali ke TASPEN, Buah Manis Sinergi dengan KPK
Rekomendasi
Mantan Sekjen MPR Ma’ruf...
Mantan Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono Minta Fee Proyek Pakai Istilah ‘Uang Assalammualaikum’
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Infografis
Sri Mulyani Copot Jabatan...
Sri Mulyani Copot Jabatan Rafael Alun dari Ditjen Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved