Bos OJK Bongkar Penyebab Banyaknya Kasus Gagal Bayar Nasabah

Selasa, 24 November 2020 - 12:59 WIB
loading...
Bos OJK Bongkar Penyebab...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengungkap penyebab banyak masyarakat yang tertipu pada produk keuangan yang dijanjikan pihak yang tidak bertanggung jawab. Pernyataan itu dilontarkan wimboh lantaran banyak kasus gagal bayar kembali mencuat di industri keuangan Indonesia.

Menurut Wimboh, kasus di yang terjadi di industri keuangan penerapan regulasi yang berbeda. Ditambah lagi, banyak nasabah yang suatu produk investasi dengan benar. ( Baca juga:Hore! Sinyal Pemulihan Ekonomi Indonesia Mulai Terlihat )

"Di industri keuangan itu ada sektor yang tidak diregulasi seketat perbankan. Dan dia bisa mengeluarkan produk itu tanpa ada pengawasan. Masyarakat susah melihat ini, apakah itu produk perbankan atau non-perbankan," kata Wimboh dalam video virtual, Selasa (24/11/2020).

Di lain pihak masyarakat atau investor di perbankan mendapatkan bunga murah, baik deposito maupun tabungan. Tapi, di sektor jasa keuangan lainnya yang tidak terdaftar memberikan promo produk dengan hasil yang tinggi. Tawaran itu membuat masyarakat banyak tergiur.

"Di luar pebankan itu memberikan imbal hasil investasi yang rate-nya tinggi, di atas 10%. Jadi masyarakat banyak tertarik mengalokasikan uangnya ke produk itu daripada deposito," tandasnya. ( Baca juga:Bocah yang Ancam Trump dalam video ISIS Bilang Lega Sudah Berada di AS )

Dia menambahkan, agar pihak industri menerapkan teknologi untuk mencegah banyak kasus gagal bayar pada produk jasa keuangan. Nantinya hal itu bisa diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

"Kita juga akan berencana menggunakan teknologi biar bisa kita awasi," pungkasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
Mulai Investasi Saham...
Mulai Investasi Saham dan Reksa Dana? Cek & Ikuti Promo Combo Cuan 50 dari MNC Sekuritas
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Hasil Lawatan dari Prancis,...
Hasil Lawatan dari Prancis, Prabowo Bawa Oleh-oleh Kerja Sama Rp61,25 Triliun
Mulai Rp1 Juta, Amankan...
Mulai Rp1 Juta, Amankan Asetmu di Sukuk Tabungan ST016 Berimbal Hasil Menarik
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bontang Lestari dan...
Bontang Lestari dan KIE Siap Jadi Magnet Baru Kaltim
Kaltim Tawarkan Industri...
Kaltim Tawarkan Industri Fatty Amine Rp1,88 Triliun di Bontang
Rekomendasi
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
Perkuat Literasi Anak...
Perkuat Literasi Anak Indonesia, Cerita Rakyat dan Kisah Teladan Hadir dalam Format Digital
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved