Sebut 2021 Masih Penuh Ketidakpastian, Jokowi Fokus ke Empat Hal Ini

loading...
Sebut 2021 Masih Penuh Ketidakpastian, Jokowi Fokus ke Empat Hal Ini
Presiden Jokowi mengatakan, bahwa tahun 2020 merupakan tahun yang sangat sulit dan tidak mudah dilalui. Dia menyebut bahwa tahun 2021 mendatang Indonesia masih akan menghadapi ketidakpastian. Foto/Dok
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, bahwa tahun 2020 merupakan tahun yang sangat sulit dan tidak mudah dilalui. Dia menyebut bahwa tahun 2021 mendatang Indonesia masih akan menghadapi ketidakpastian ekonomi .

“Dan di tahun 2021 kita juga masih menghadapi ketidakpastian. Karena ekonomi global juga penuh ketidakpastian,” katanya saat menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2021 di Istana Negara, Rabu (25/11/2020).

(Baca Juga: Jokowi Ingin APEC Kembali ke 'Khitah' Tahun 1994 )

Dia pun menekankan bahwa tahun depan dalam merumuskan kebijakan harus tetap berpegang pada kecepatan dan ketepatan. “Kecepeatan, ketepatan akurasi harus tetap menjadi karakter dalam kebijakan-kebijakan kita. Baik di bidang kesehatan maupun di bidang ekonomi. Ini harus juga segera pulih kembali,” ungkapnya.



Lebih lanjut Jokowi mengungkapkan, bahwa di tahun depan pemerintah akan fokus pada empat hal. Pertama, penanganan kesehatan. “Ini masih dalam hal penanganan covid. Utamanya nanti akan fokus kepada vaksinasi. Oleh sebab itu anggaran yang berkaitan dengan penguatan sarana prasarana kesehatan, laboratorium, penelitian dan pengembangan sangat diperlukan,” ujarnya.

(Baca Juga: Hadapi Kondisi Sulit, Jokowi: Payung Hukum dan Kecepatan Pengadaan Jadi Kunci )

Kedua. berkaitan dengan perlindungan sosial bagi kelompok yang kurang mampu dan rentan. Ketiga yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi. “Terutama dukungan buat UMKM dan dunia usaha. Ini penting sekali,” tuturnya.



Keempat adalah fokus untuk melakukan reformasi struktural di beberapa sektor. “Untuk membangun fondasi yang lebih kuat kita akan melakukan reformasi struktural. Baik di bidang kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial dan lain-lainnya,” pungkasnya.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top