Menteri Basuki Ajak Pelaku Konstruksi Bangkit dan Pulihkan Ekonomi
Rabu, 25 November 2020 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
"Harapan saya dengan adanya SIMPAN ke depannya data seluruh badan usaha konstruksi yang mengikuti proses pengadaan/lelang akan sama dan mengurangi subjektivitas. Dengan demikian proses pengadaan barang dan jasa bisa lebih efisien, lebih cepat dan lebih transparan sehingga panitia pengadaan barang dan jasa tidak perlu memverifikasi terlalu lama. Kalau data sudah ada di SIMPAN berarti sudah terverifikasi. Mudah-mudahan ini upaya menuju kebaikan," tuturnya.
SIMPAN merupakan aplikasi yang memuat data/dokumen dan informasi pengalaman serta kinerja penyedia jasa khususnya Badan Usaha dan Profesional di bidang Jasa Konstruksi. Sistem ini dikembangkan sebagai salah satu upaya mendorong transparansi data, akuntabilitas dan profesionalisme pengalaman Badan Usaha dan Profesional melalui keterbukaan informasi dan kemudahan akses terhadap data/dokumen pengalaman dan kinerja penyedia jasa.
Aplikasi SIMPAN terkoneksi dengan data DUKCAPIL, Sistem Informasi Konstruksi Indonesia (SIKI) LPJK, e-Monitoring Kementerian PUPR, LPSE dan Direktorat Jenderal Pajak. Dengan tersimpannya data pengalaman pada aplikasi SIMPAN maka Badan Usaha dan Profesional tidak perlu lagi menyampaikan data pengalamannya setiap kali mengikuti seleksi/tender pengadaan barang/jasa.
Direktur Jenderal Bina Konstruksi Trisasongko Widianto mengatakan penyedia jasa konstruksi diberi waktu satu tahun ke depan untuk self-declare menginput data dan informasi pengalaman serta kinerja masing-masing. "
Mudah-mudahan setelah setahun teman-teman penyedia jasa konstruksi input data, SIMPAN bisa kita manfaatkan untuk proses pengadaan barang dan jasa yang lebih efisien. Kami optimis pembangunan infrastruktur tidak akan berhenti dan semakin berkualitas ke depannya," ucap Trisasongko.
SIMPAN merupakan aplikasi yang memuat data/dokumen dan informasi pengalaman serta kinerja penyedia jasa khususnya Badan Usaha dan Profesional di bidang Jasa Konstruksi. Sistem ini dikembangkan sebagai salah satu upaya mendorong transparansi data, akuntabilitas dan profesionalisme pengalaman Badan Usaha dan Profesional melalui keterbukaan informasi dan kemudahan akses terhadap data/dokumen pengalaman dan kinerja penyedia jasa.
Aplikasi SIMPAN terkoneksi dengan data DUKCAPIL, Sistem Informasi Konstruksi Indonesia (SIKI) LPJK, e-Monitoring Kementerian PUPR, LPSE dan Direktorat Jenderal Pajak. Dengan tersimpannya data pengalaman pada aplikasi SIMPAN maka Badan Usaha dan Profesional tidak perlu lagi menyampaikan data pengalamannya setiap kali mengikuti seleksi/tender pengadaan barang/jasa.
Direktur Jenderal Bina Konstruksi Trisasongko Widianto mengatakan penyedia jasa konstruksi diberi waktu satu tahun ke depan untuk self-declare menginput data dan informasi pengalaman serta kinerja masing-masing. "
Mudah-mudahan setelah setahun teman-teman penyedia jasa konstruksi input data, SIMPAN bisa kita manfaatkan untuk proses pengadaan barang dan jasa yang lebih efisien. Kami optimis pembangunan infrastruktur tidak akan berhenti dan semakin berkualitas ke depannya," ucap Trisasongko.
Lihat Juga :