IEU-CEPA Bakal Buka Jalan Peningkatan Ekspor Buah ke Eropa
Rabu, 25 November 2020 - 21:38 WIB
loading...
A
A
A
"China relatif dekat dengan Indonesia dibanding Eropa. Saat ini mereka lebih banyak mendapat pasokan buah tropis dari negara-negara Amerika Tengah seperti Kostarika. Itu peluang yang sangat besar bagi Indonesia. Apalagi sekarang ada RCEP, kita akan dorong terus semua pengusaha, termasuk pengusaha buah ekspor agar bisa memanfaatkan fasilitasi dari hasil RCEP," tambah Jerry.
(Baca Juga: Cari Pasar Baru untuk Ekspor Pangan)
Pasar lain yang potensial menurut masukan dari para pengusaha adalah Timur Tengah, termasuk Turki dan Iran. Di Turki buah Indonesia masih dikenakan tarif hingga 48%. Sedangkan di Iran, buah Indonesia belum bisa diperdagangkan langsung karena mekanisme blokade yang dilakukan AS. Menanggapi masukan tersebut, Wamendag akan menindaklanjuti dengan memasukkan masukan-masukan pengusaha dalam butir-butir perundingan IT-FTA dan Indonesia-Iran FTA.
"Kita juga sedang melakukan perundingan dengan Turki dan Iran. Keduanya pasar yang sangat besar. Kita berharap bisa cepat menyelesaikannya sehingga para pengusaha kita bisa terbantu," pungkasnya.
Wamendag Jerry menambahkan masukan-masukan dari pengusaha juga sangat penting mengingat mereka akan menjadi ujung tombak dan pelaku langsung dari hasil perundingan dagang, baik bilateral maupun multilateral.
(Baca Juga: Cari Pasar Baru untuk Ekspor Pangan)
Pasar lain yang potensial menurut masukan dari para pengusaha adalah Timur Tengah, termasuk Turki dan Iran. Di Turki buah Indonesia masih dikenakan tarif hingga 48%. Sedangkan di Iran, buah Indonesia belum bisa diperdagangkan langsung karena mekanisme blokade yang dilakukan AS. Menanggapi masukan tersebut, Wamendag akan menindaklanjuti dengan memasukkan masukan-masukan pengusaha dalam butir-butir perundingan IT-FTA dan Indonesia-Iran FTA.
"Kita juga sedang melakukan perundingan dengan Turki dan Iran. Keduanya pasar yang sangat besar. Kita berharap bisa cepat menyelesaikannya sehingga para pengusaha kita bisa terbantu," pungkasnya.
Wamendag Jerry menambahkan masukan-masukan dari pengusaha juga sangat penting mengingat mereka akan menjadi ujung tombak dan pelaku langsung dari hasil perundingan dagang, baik bilateral maupun multilateral.
(fai)
Lihat Juga :