Australia Siap Adukan China ke WTO Atas Tarif Jelai

Minggu, 29 November 2020 - 13:30 WIB
loading...
A A A
Birmingham mengklarifikasi bahwa sementara keluhan dengan WTO tentang bea jelai dapat diharapkan segera, banding tingkat tinggi yang sama atas anggur tidak akan terjadi. Sebab, penyelidikan mengenai tuduhan dumping anggur masih dalam tahap awal. "Kami masih memiliki bagian dari proses China yang harus kami selesaikan sebelum kami mencapai titik sengketa WTO (tentang anggur)," kata Birmingham.

(Baca Juga: Bea Masuk Australia Nol Persen, Kemendag Ajak Pelaku Usaha Serbu Pasar Negeri Kanguru)

Ketika ketidakpastian menggantung di industri yang terkena tarif perdagangan China, Menteri Pertanian David Littleproud mengatakan kepada Sky News bahwa Pemerintah Federal tidak menyesal Australia menjadi salah satu negara pertama yang menyerukan penyelidikan tentang asal-usul Covid-19.

Seruan tersebut membuat marah Pemerintah China dan telah secara luas dipandang sebagai salah satu motivasi bagi Beijing untuk meningkatkan kebijakan luar negerinya yang agresif.

Tapi, Littleproud mendukung permintaan penyelidikan, dan bersikeras bahwa tidak ada niat buruk dalam permintaan tersebut. "Itu adalah permintaan yang masuk akal. Saya akan berpikir bahwa setelah pandemi di mana begitu banyak nyawa telah tersentuh, itu adalah hal yang bertanggung jawab yang akan dilakukan pemerintah dan fakta bahwa Australia memimpin, saya pikir kita harus bangga akan hal itu," tegasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Pesona China yang Berbeda:...
Pesona China yang Berbeda: Eksplor Keunikan Infrastruktur Chongqing dan Alam Zhangjiajie
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Rekomendasi
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Amerika Serikat vs Paraguay:...
Amerika Serikat vs Paraguay: Awal Krusial di Grup D Piala Dunia 2026
Berita Terkini
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
Infografis
Diskon Tarif Tol Lebaran...
Diskon Tarif Tol Lebaran 2026 Sampai 30%, Cek Tanggal Berlakunya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved