58 Perusahaan Siap Melantai di Bursa Incar Dana Rp21,76 Triliun
Kamis, 26 November 2020 - 13:20 WIB
loading...
Karyawan memotret layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (13/10/2020). Foto:SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga 24 November 2020, jumlah penawaran umum saham perdana (IPO) yang dilakukan emiten di pasar modal mencapai 149 perusahaan, dengan total nilai penghimpunan dana mencapai Rp100,1 triliun. Dari jumlah penawaran umum tersebut, 44 di antaranya dilakukan oleh emiten baru.
Pandemi corona virus (Covid-19) tidak menyurutkan langkah calon-calon emiten untuk mencatatkan sahamnya di bursa efek. Pasalnya, dalam pipeline saat ini terdapat 58 emiten yang akan melakukan penawaran umum dengan total indikasi penawaran sebesar Rp21,76 triliun.
(Baca Juga : Food Startup Cabeinlah! Usaha UMKM yang Semakin Menanjak )
“OJK akan terus mengoptimalkan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui penguatan peran sektor jasa keuangan,” ujar Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik Anto Prabowo di Jakarta, Kamis (26/11/2020)
OJK berkomitmen kuat untuk mendukung program percepatan pemulihan ekonomi nasional dan siap mengeluarkan kebijakan stimulus lanjutan secara terukur dan tepat waktu untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.
Pandemi corona virus (Covid-19) tidak menyurutkan langkah calon-calon emiten untuk mencatatkan sahamnya di bursa efek. Pasalnya, dalam pipeline saat ini terdapat 58 emiten yang akan melakukan penawaran umum dengan total indikasi penawaran sebesar Rp21,76 triliun.
(Baca Juga : Food Startup Cabeinlah! Usaha UMKM yang Semakin Menanjak )
“OJK akan terus mengoptimalkan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui penguatan peran sektor jasa keuangan,” ujar Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik Anto Prabowo di Jakarta, Kamis (26/11/2020)
OJK berkomitmen kuat untuk mendukung program percepatan pemulihan ekonomi nasional dan siap mengeluarkan kebijakan stimulus lanjutan secara terukur dan tepat waktu untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.
Lihat Juga :