Meski Pandemi Milenial Bisa Berinvestasi Sembari Rebahan

Senin, 30 November 2020 - 23:36 WIB
loading...
A A A
Sebelum SIW 2020, self regulatory organization (SRO) juga menggelar acara tahunan Capital Market Summit & Expo (CMSE). Gelaran secara virtual itu memberikan pengalaman baru mengenai edukasi pasar modal di tengah pandemi. Dengan penyelenggaraan secara virtual, kegiatan tersebut dapat menjangkau target pasar masyarakat yang sangat luas. Termasuk segmen milenial sebagai basis investor yang kuat di masa mendatang.

Membangun Optimisme Melalui Pasar Modal

Ekonomi Indonesia dan global menghadapi tantangan di masa dengan pandemi Covid-19. Tantangan juga diakibatkan oleh masalah geopolitik yang menambah ketidakpastian di seluruh dunia, termasuk terhadap kondisi perekonomian, dunia usaha dan pasar keuangan global maupun domestik. Alhasil, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar -3,49% (year on year/yoy) pada kuartal III-2020. Namun demikian, kondisi tersebut lebih baik dibandingkan dengan kuartal II-2020 dengan penurunan -5,32% (year on year /yoy).

Melihat kondisi tersebut, BEI, KPEI, dan KSEI bersama OJK terus berupaya meningkatkan kompetensi, wawasan, dan memberikan optimisme kepada para peserta agar bersinergi dalam mengantisipasi perlambatan ekonomi yang berdampak pada iklim bisnis di Indonesia. “Berbagai kebijakan untuk menjaga pemulihan ekonomi nasional telah dikeluarkan OJK baik di sektor riil, moneter maupun keuangan mampu membantu perusahaan bangkit di era pandemi,”ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

(Baca Juga : Kolaborasi BRI Ventures Bersama BEI Jorokin Perusahaan Startup untuk Go Public )

Dia mengatakan, 2020 merupakan tahun yang penuh dengan dinamika dan tantangan bagi pelaku bisnis baik di Indonesia maupun secara global. Mulai dari adanya musibah bencana alam maupun kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di berbagai negara. Hal ini menyebabkan banyak pelaku usaha yang terkendala dalam memutuskan arah strategi perusahaan ke depan sehingga membuat investor di pasar finansial memiliki tantangan untuk menentukan arah investasinya. Namu demikian, ditengah berbagai tantangan tersbeut, pasar modal Indonesia berhasil melaluinya dengan gemilang. “Berbagai kebijakan OJK tersebut memberikan kepercayaan pada investor pasar modal,”imbuh Wimboh. Beberapa kebijakan tersebut yakni trading halt selama 30 menit jika perdagangan terkoreksi 5% dalam sehari, juga buy back oleh emiten boleh dilakukan tanpa mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

(Baca Juga : BEI Target Transaksi di 'Pasar Loak' Surat Utang Capai Rp1,2 Triliun )

Pandemi Covid-19 diakuinya memberikan tekanan bagi pasar saham yang membuat IHSG sempat menyentuh level terendahnya pada Maret 2020. Namun, dengan serangkaian kebijakan dan optimisme para pelaku pasar, indeks tidak turun terlalu dalam. Dengan serangkaian kebijakan yang diambil yang juga melibatkan self regulatory organization (SRO) tersebut, diyakini pasar modal Indonesia bisa menjadi cerminan maupun tolak ukur bagi kemajuan perekonomian nasional.

Klaim tersebut tentu tidaklah berlebihan, mengingat dari catatan BEI, pada pekan ke-4 November 2020, pasar modal nasional kembali mencatatkan peningkatan data perdagangan. Kapitalisasi pasar bursa mencapai Rp6.720,947 triliun dari Rp6.474,868 triliun pada pekan sebelumnya. Sementara itu, pada pekan ini peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi, yang meningkat signifikan sebesar 60,54% menjadi 29,245 miliar saham dari 18,217 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Peningkatan selanjutnya terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan, yaitu sebesar 19,85% atau Rp14,880 triliun dari Rp12,416 triliun pada penutupan pekan sebelumnya. Sedangkan rata-rata frekuensi harian meningkat sebesar 22,63% menjadi 1.163.863 ribu kali transaksi dibandingkan 949,073 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya.
(ton)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
IHSG Lanjutkan Penguatan,...
IHSG Lanjutkan Penguatan, Sore Ini Ditutup Reli ke Level 6.231
IHSG Melompat di Sesi...
IHSG Melompat di Sesi Siang, Sentuh Level 6.228 dengan Transaksi Rp8,2 Triliun
Tipis, IHSG Dibuka Merayap...
Tipis, IHSG Dibuka Merayap Naik ke 6.197 saat 528 Saham Malas Bergerak
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Rekomendasi
Lisa BLACKPINK Raup...
Lisa BLACKPINK Raup Nilai Komersial Rp198 Miliar usai Tampil di Piala Dunia 2026
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Berita Terkini
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved