BEI Target Transaksi di 'Pasar Loak' Surat Utang Capai Rp1,2 Triliun

Senin, 09 November 2020 - 18:32 WIB
loading...
BEI Target Transaksi...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja meluncurkan platform perdagangan elektronik atau electronic trading platform (ETP). Platform tersebut dinamai Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif atau (SPPA) tahap II. ( Baca juga:Telat Buat Laporan Keuangan, 21 Perusahaan Didenda BEI Rp150 Juta )

SPPA akan digunakan dalam transaksi di perdagangan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) di pasar sekunder. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widito Widodo menyebut, minat pelaku pasar terhadap penggunaan sistem ETP dinilai cukup tinggi. Pihak BEI pun menargetkan pada 2021 jumlah transaksi harian melalui SPPA mencapai Rp1,1 triliun-Rp1,2 triliun dari total transaksi surat utang.

"Kami menargetkan di tahun 2021 jumlah transaksi rata-rata harian SPPA mencapai Rp1,1 triliun hingga Rp1,2 triliun dari total transaksi surat utang ,” ujar Laksono dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Rabu (9/11/2020).

Sejak peluncuran pada Rabu hari ini, BEI mencatat perdagangan transaksi di pasar sekunder mencapai 21 transaksi dengan nilai Rp245,5 miliar. Hal ini berbanding terbalik dengan peluncuran SPPA pada tahap I yang diluncurkan pada 2016 lalu yang tidak terjadi transaksi dalam perdagangan di pasar sekunder tersebut.

"Ini merupakan sejarah, bayangkan ETP tahap I selama 4 tahun tidak ada transaksi sama sekali. Ini SPPA hari pertama sudah begitu banyak," kata dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
Bursa Saham Merana Jelang...
Bursa Saham Merana Jelang Iduladha, IHSG Ditutup Longsor 1,23% ke 6.130
Sempat Merah di Awal...
Sempat Merah di Awal Sesi, IHSG Ditutup Menguat Tipis ke 6.206
Bursa Saham Dibuka Lesu,...
Bursa Saham Dibuka Lesu, IHSG Lanjut Melemah ke 6.065 Pagi Ini
IHSG Ambrol 2,75% ke...
IHSG Ambrol 2,75% ke 6.144, Terburuk di Emerging Market Asia
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Nasdem Dukung Bareskrim...
Nasdem Dukung Bareskrim Berantas Manipulasi Pasar Modal
Regulator Mundur, IHSG...
Regulator Mundur, IHSG Tersungkur: Ketika Krisis Kepercayaan Menghantam Pasar Modal
Rekomendasi
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved