Kenalilah Konsumen Secara Digital, Lumayan Bisa Hemat Rp61 Triliun

Selasa, 01 Desember 2020 - 21:28 WIB
loading...
Kenalilah Konsumen Secara...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Electronic know your customer (e-KYC) sudah biasa kita dengar pada era digital seperti industri jasa keuangan dan belanja elektronik atau e-commerce . Melalui e-KYC perusahaan dapat mengenal pengguna atau nasabah yang bertransaksi tanpa tatap muka secara langsung dengan penyedia layanan.

Adopsi e-KYC berpotensi menjadi katalis inklusi keuangan di sejumlah negara berkembang. Namun, penerapan e-KYC harus diimbangi perlindungan data pribadi masyarakat. ( Baca juga:Meski Laba Merosot, Maybank Tetap Keukeuh Sebar Dividen )

Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Erdiriyo mengatakan, di India, e-KYC diperkirakan dapat menghemat biaya hingga USD1,3 miliar pada tahun 2021.

"Di indonesia, e-KYC diproyeksikan dapat menghemat biaya sekitar Rp57-61 triliun di sektor fintech dan sekitar Rp2,3 triliun-Rp3,1 triliun di sektor perbankan dalam waktu 10 tahun ke depan," ujar dia saat webinar di Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Lebih lanjut Erdiriyo memaparkan, di India, penggunaan e-KYC dengan memanfaatkan identitas nasional (ID) Aadhaar dalam proses onboarding dapat meningkatan akun keuangan dari 48 juta pada 2017 menjadi 138 juta pada 2018. ( Baca juga:Nasehat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani agar Tidak Iri dengan Tetangga yang Kaya Harta )

Di saat yang sama, Aadhaar melaporkan penghematan biaya e-KYC bagi institusi keuangan dari USD5 menjadi USD 0,7 per pelanggan. Meski demikian, menurut Erdiriyo, digitalisasi e-KYC masih terdapat tantangan. Salah satunya akses verifikasi masih terbatas dan biaya yang masih berbeda-beda.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Sekuritas Borong...
MNC Sekuritas Borong 3 Penghargaan di 15th Infobank-Isentia Digital Brand Appreciation 2026
Perkuat Literasi lewat...
Perkuat Literasi lewat Pojok Baca di SD Muhammadiyah Worawari dan Edukasi Keuangan Bagi Mahasiswa
Fintech Makin Dekat...
Fintech Makin Dekat dengan Gen Z, OVO Dorong Mahasiswa Lebih Cerdas Kelola Keuangan
Saatnya Ubah Wishlist...
Saatnya Ubah Wishlist ke Checkout lewat Watsons 5.5 Ultimate Sale
Akuntabilitas Jadi Kunci...
Akuntabilitas Jadi Kunci Keberlanjutan Industri Fintech
Setoran Pajak Digital...
Setoran Pajak Digital Awal 2026 Sentuh Rp50 Triliun, Segini Kontribusi Kripto hingga Fintech
Lindungi Konsumen dan...
Lindungi Konsumen dan Literasi Digital, Blibli Luncurkan JEDA
Kala Nelayan Perempuan...
Kala Nelayan Perempuan di Sumba Go Digital, Buktikan Perempuan Bisa Berdaya 
Perang Fintech 2026...
Perang Fintech 2026 Makin Panas: DOKU dan 2C2P Buka Jalur Tol Pembayaran Lintas Negara
Rekomendasi
Kemenhaj Ingatkan Jemaah...
Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Tak Bawa Air Zamzam dalam Koper
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Pemain Israel Dilempari...
Pemain Israel Dilempari Sepatu Buntut Selebrasi Provokatif saat Lawan Albania
Berita Terkini
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved