Namarin : Jangan Buru-buru Operasikan Pelabuhan Patimban

Selasa, 01 Desember 2020 - 21:47 WIB
loading...
Namarin : Jangan Buru-buru...
Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Pelabuhan Patimban dinilai belum layak dioperasikan dalam waktu dekat. Infrastruktur pendukung pelabuhan itu dinilai belum siap untuk menjadi alternatif pintu gerbang ekspor-impor. “Jika terburu-buru berpotensi menciptakan inefisiensi. Contohnya bandara Kertajati yang digadang-gadang sebagai bandara alternatif masyarakat Jawa Barat, tapi kini justru lebih banyak menganggur,” kata Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, di Jakarta, Selasa (1/12/2020).

(Baca Juga : Harapan dari Patimban )

Dia mengatakan sudah melihat langsung pembangunan Pelabuhan Patimban pertengahan November 2020. Sejauh ini, lanjutnya, belum ada satu pun industri yang beroperasi di sekitar pelabuhan. “Tidak ada kondisi yang mendesak bagi pemerintah untuk terburu-buru mengoperasikan Pelabuhan Patimban . Apa yang ingin dikejar? Jika disebut-sebut menjadi gerbang keluar masuk ekspor-impor, kami perkirakan tidak terjadi dalam tiga atau empat tahun ke depan,” ujarnya. Siswanto menjelaskan, aktivitas ekspor maupun impor masih cenderung turun atau stagnan karena terdampak pandemi Covid-19. Kondisi riil di Pelabuhan Tanjung Priok juga menunjukkan bahwa penurunan arus peti kemas masih terjadi hingga kuartal ketiga 2020. Selain soal infrastruktur pendukung yang belum siap, Namarin juga menilai operator pelabuhan belum siap. Menurut Siswanto, komunitas maritim masih bertanya-tanya siapa yang kemudian akan menjadi operator Pelabuhan Patimban .

(Baca Juga : Sebelum Diresmikan Jokowi, Menhub Tes Pelabuhan Patimban )

“Pemerintah belum menetapkan operator, meskipun CT Corp telah ditunjuk sebagai satu-satunya konsorsium yang lolos prakualifikasi lelang,” ungkapnya. Beberapa konsorsium besar yang punya pengalaman dan keahlian terganjal aturan lelang PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) juga dilarang untuk ambil bagian dalam tender tersebut. “Jangan sampai proyek senilai Rp43 triliun kelak hanya menjadi proyek mercusuar di awal-awal saja, kemudian mangkrak,” tegas Siswanto.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
Uji Coba Penertiban...
Uji Coba Penertiban Truk ODOL Bakal Dimulai 1 Juni 2026, Ini 3 Variabelnya
Pesawat Tanpa Awak dari...
Pesawat Tanpa Awak dari China Kantongi Sertifikat Layak Terbang di RI, Ini Peruntukannya
Pool Taksi Listrik Green...
Pool Taksi Listrik Green SM Disidak Kemenhub Imbas Tabrakan KRL dan Argo Bromo
Buntut Tabrakan Kereta...
Buntut Tabrakan Kereta di Bekasi, Izin Taksi Green SM Terancam Dicabut
Kemenhub Minta Swasta...
Kemenhub Minta Swasta Ikut Terapkan WFA demi Urai Arus Balik Lebaran
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Rekomendasi
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Pakar Ingatkan Omongan...
Pakar Ingatkan Omongan Jokowi, Kebijakan Jangan Dikriminalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved