Ekspor Boleh Aja Menjulang, Tapi Jokowi Kasih Catatan RI Masih Tertinggal
Jum'at, 04 Desember 2020 - 15:15 WIB
loading...
Presiden Jokowi mengaku senang melihat laporan ekspor Indonesia periode Januari hingga Oktober. Namun Ia memberi catatan, Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang melihat laporan ekspor Indonesia periode Januari hingga Oktober. Pasalnya ekspor Indonesia masih mengalami surplus sebesar USD 17,07 miliar.
“Saya senang membaca laporan bahwa ekspor Indonesia periode Januari sampai Oktober 2020 memang surplus USD 17,07 miliar. Dari kopi, garmen, home decor furniture, perikanan dan makanan-minuman,” katanya saat pelepasan Ekspor ke Pasar Global Tahun 2020 secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (4/12/2020).
(Baca Juga: Catat Ya! Pemulihan Ekspor Jadi Kabar Baik, Tapi Konsumsi Belum Pulih )
Namun dia menekankan, bahwa Indonesia tidak boleh berpuas diri karena potensi pasar ekspor masih banyak yang belum tergarap. Apalagi menurutnya Indonesia masih tertinggal dalam menangkap peluang ekspor.
“Kita juga masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain dalam menangkap peluang ekspor,” ungkapnya.
“Saya senang membaca laporan bahwa ekspor Indonesia periode Januari sampai Oktober 2020 memang surplus USD 17,07 miliar. Dari kopi, garmen, home decor furniture, perikanan dan makanan-minuman,” katanya saat pelepasan Ekspor ke Pasar Global Tahun 2020 secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (4/12/2020).
(Baca Juga: Catat Ya! Pemulihan Ekspor Jadi Kabar Baik, Tapi Konsumsi Belum Pulih )
Namun dia menekankan, bahwa Indonesia tidak boleh berpuas diri karena potensi pasar ekspor masih banyak yang belum tergarap. Apalagi menurutnya Indonesia masih tertinggal dalam menangkap peluang ekspor.
“Kita juga masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain dalam menangkap peluang ekspor,” ungkapnya.
Lihat Juga :