Terpikat Kilau Emas

Sabtu, 05 Desember 2020 - 06:33 WIB
loading...
A A A
Pengamat investasi, Felicia Putri Tjiasaka menilai, emas merupakan instrumen paling menguntungkan untuk investasi. Jika dilihat dalam jangka waktu 10 tahun, investasi emas dalam bentuk logam mulia yang paling besar return-nya dibanding yang lain.

Baginya, semua orang perlu memiliki investasi emas sebagai penyeimbang. Karena emas mirip mata uang dolar AS, yakni termasuk instrumen yang tidak berpengaruh dengan keadaan ekonomi. Jika keuangan sedang tidak bagus, nilai emas naik berbeda dengan saham yang bisa anjlok. Apabila kondisi ekonomi bagus, saham juga baik-baik saja dan emas juga biasa saja tidak terpengaruh. (Baca juga: Saat Pandemi, Cek Kesehatan Bisa Dilakukan dari Rumah)

"Kalau semua investasi di saham saat ekonomi sedang menurun semua akan terpengaruh. Sehingga seharusnya setiap orang minimal harus memiliki 10% dari total asetnya untuk diversifikasi," jelasnya.

Kini, informasi mengenai kemudahan membeli emas yang semakin mudah patut diketahui masyarakat. "Sekarang tidak perlu memegang fisik. Sebab kalau sudah banyak tidak perlu repot menyimpan. Bahaya juga jika disimpan di rumah harus punya brankas atau di deposit box dengan biaya yang lumayan mahal," ungkapnya.

Masyarakat kini dapat memiliki emas tanpa ada fisiknya. Layaknya menabung di bank namun semua dikonversi dalam nilai emas. Menabung emas dapat dilakukan di lembaga keuangan salah satunya di Pegadaian.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Pegadaian Basuki Tri Andayani menjelaskan, tabungan emas Pegadaian ialah produk menabung emas dengan sistem beli-titip. Artinya nasabah membeli emas kemudian dititipkan ke Pegadaian sehingga nasabah dikenakan biaya penitipan. Keuntungan yang diperoleh oleh nasabah adalah nilai asetnya tetap terjaga bahkan cenderung naik dalam jangka panjang.

Cara ini dapat membuat masyarakat dapat memiliki emas dengan nominal yang bisa dipilih sesuai dengan kondisi keuangan. Sebab, saldo awal rekening minimal seberat 0,01 gram atau sekitar Rp 10 ribu. "Berapapun jumlah uang yang disetor akan dikonversikan dalam berat emas dengan harga pada saat transaksi dilakukan," ujarnya. (Baca juga: KPK Tahan Eks Pejabat Kementerian Agama)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Perusahaan Tiongkok...
Perusahaan Tiongkok Perkuat SDM Jaga Investasi di Indonesia
Prabowo Sindir Tamu...
Prabowo Sindir Tamu Tak Tahu Diri: Katanya Mau Dagang, Lama-lama Ngerampok
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Rekomendasi
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved