Gelar We Love Bali, Kemenpareraf Bantu Perbaiki Perekonomian Pulau Dewata
Sabtu, 05 Desember 2020 - 15:46 WIB
loading...
A
A
A
"Seluruh biaya perjalanan seperti akomodasi, transportasi, atraksi wisata, makan dan minum selama mengikuti program ditanggung oleh Kemenparekraf. Peserta direkrut oleh Tim Percepatan Pemulihan Pariwisata Propinsi Bali dengan menyebarkan undangan ke berbagai instansi baik pemerintah, swasta, perguruan tinggi dan sekolah tinggi," terangnya.
Adapun syarat peserta antara lain hanya dapat mengikuti satu kali kegiatan, aktif sebagai pengguna media sosial minimal salah satu dari platform; Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, ataupun Tiktok, memiliki kegemaran aktivitas diluar ruangan seperti; berenang, snorkeling, trekking, hiking, bersepeda, dsb, serta memahami dan mampu menerapkan protokol kesehatan.
Peserta juga dituntut mempublikasikan aktivitas yang dilakukan selama mengikuti kegiatan dalam bentuk foto, video, ataupun artikel yang mengedepankan norma kesopanan dan menerapkan protokol kesehatan dan bersedia apabila digunakan oleh Kemenparekraf untuk materi promosi pariwisata.
"Protokol kesehatan tetap diterapkan. Peserta wajib menunjukan hasil rapid test non reaktif yang dilakukan 1-3 hari sebelum kegiatan. Peserta juga wajib menandatangani pakta integritas akan menerapkan protokol kesehatan, serta wajib menjaga dan mentaati tata tertib dan kearifan lokal," terang Rizki Handayani lagi.
Peserta dibagi menjadi kelompok perjalanan (trip) dimana setiap kelompok terdiri dari 40 orang. Perjalanan dilakukan dengan menggunakan 2 kendaraan bus, masing-masing bus kapasitas 40 kursi hanya berisi maksimal 20 penumpang yang melalui 1 rute perjalanan.
"Ada sebanyak 17 program perjalanan yang telah dilaksanakan selama bulan Oktober dan November, 10 program diantaranya dilaksanakan sebanyak masing-masing 10 kali, dan yang lain dilaksanakan bervariasi antara 1 hingga 3 kali. Jumlah total perjalanan (trip) yang telah diselenggarakan adalah sebanyak 117 kali," terang Rizki.
Destinasi wisata yang dikunjungi adalah destinasi wisata yang sudah populer maupun yang merupakan destinasi baru di seluruh penjuru Bali. Dalam Program 10 trip 11, rute perjalanan menuju ke kawasan Nusa Penida dan Nusa Lembongan.
Adapun syarat peserta antara lain hanya dapat mengikuti satu kali kegiatan, aktif sebagai pengguna media sosial minimal salah satu dari platform; Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, ataupun Tiktok, memiliki kegemaran aktivitas diluar ruangan seperti; berenang, snorkeling, trekking, hiking, bersepeda, dsb, serta memahami dan mampu menerapkan protokol kesehatan.
Peserta juga dituntut mempublikasikan aktivitas yang dilakukan selama mengikuti kegiatan dalam bentuk foto, video, ataupun artikel yang mengedepankan norma kesopanan dan menerapkan protokol kesehatan dan bersedia apabila digunakan oleh Kemenparekraf untuk materi promosi pariwisata.
"Protokol kesehatan tetap diterapkan. Peserta wajib menunjukan hasil rapid test non reaktif yang dilakukan 1-3 hari sebelum kegiatan. Peserta juga wajib menandatangani pakta integritas akan menerapkan protokol kesehatan, serta wajib menjaga dan mentaati tata tertib dan kearifan lokal," terang Rizki Handayani lagi.
Peserta dibagi menjadi kelompok perjalanan (trip) dimana setiap kelompok terdiri dari 40 orang. Perjalanan dilakukan dengan menggunakan 2 kendaraan bus, masing-masing bus kapasitas 40 kursi hanya berisi maksimal 20 penumpang yang melalui 1 rute perjalanan.
"Ada sebanyak 17 program perjalanan yang telah dilaksanakan selama bulan Oktober dan November, 10 program diantaranya dilaksanakan sebanyak masing-masing 10 kali, dan yang lain dilaksanakan bervariasi antara 1 hingga 3 kali. Jumlah total perjalanan (trip) yang telah diselenggarakan adalah sebanyak 117 kali," terang Rizki.
Destinasi wisata yang dikunjungi adalah destinasi wisata yang sudah populer maupun yang merupakan destinasi baru di seluruh penjuru Bali. Dalam Program 10 trip 11, rute perjalanan menuju ke kawasan Nusa Penida dan Nusa Lembongan.
Lihat Juga :