BRG Sosialisasi Penggunaan Bahan Alami untuk Pertanian
Sabtu, 05 Desember 2020 - 19:19 WIB
loading...
A
A
A
“Bila kita bisa menjadikan pekarangan masjid untuk mengembangkan pertanian alami yang ramah lingkungan dan menjadi lahan masjid untuk ditanami tanaman produktif, masjid bisa menjadi sumber energi yang baik bagi lingkungan,” ujar dia.
Myrna mengatakan di desa-desa peduli gambut, keberadaan masjid menjadi penting. Untuk itu, BRG mulai tahun ini mendukung masjid-masjid yang ada di Desa Peduli Gambut (DPG) untuk menjadi pusat dakwah.
Sementara itu, Kapokja Edukasi dan Sosialisasi BRG, Suwignya Utama mengatakan upaya BRG menggandeng masjid sebagai salah satu pendekatan untuk merestorasi gambut. Dia menyebut, BRG telah menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membuat lokalatih Dai Peduli Gambut pada 2018.
Kerja sama itu juga menangani penyusunan materi khotbah. “Kita melakukan ini karena di dalam agama kita, menjaga lingkungan itu salah satu bagian dari menjalankan perintahnya,” ucap Suwignya.
Suwignya menyebut, selama 2020 telah menyosialisasikan kegiatan ini ke 40 masjid di Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Selain memaparkan sosialisasi menjaga gambut, dia juga menyarankan penggunaan bahan alami untuk pertanian di lahan gambut.
“Pendekatan sosialisasi berbasis keagamaan ini termasuk menyusun buku untuk mengingatkan kita semua. Menjaga alam itu menjadi bagian dari ibadah kita,” ujar dia.
Sementara itu, anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rokan Hilir Muhammad Razab mengatakan, pemanfaatan lahan seharusnya memperhatikan lingkungan yang digunakan. Salah satu larangan yang ada yaitu membakar karena bisa menimbulkan kerusakan dan kerugian.
Myrna mengatakan di desa-desa peduli gambut, keberadaan masjid menjadi penting. Untuk itu, BRG mulai tahun ini mendukung masjid-masjid yang ada di Desa Peduli Gambut (DPG) untuk menjadi pusat dakwah.
Sementara itu, Kapokja Edukasi dan Sosialisasi BRG, Suwignya Utama mengatakan upaya BRG menggandeng masjid sebagai salah satu pendekatan untuk merestorasi gambut. Dia menyebut, BRG telah menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk membuat lokalatih Dai Peduli Gambut pada 2018.
Kerja sama itu juga menangani penyusunan materi khotbah. “Kita melakukan ini karena di dalam agama kita, menjaga lingkungan itu salah satu bagian dari menjalankan perintahnya,” ucap Suwignya.
Suwignya menyebut, selama 2020 telah menyosialisasikan kegiatan ini ke 40 masjid di Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Selain memaparkan sosialisasi menjaga gambut, dia juga menyarankan penggunaan bahan alami untuk pertanian di lahan gambut.
“Pendekatan sosialisasi berbasis keagamaan ini termasuk menyusun buku untuk mengingatkan kita semua. Menjaga alam itu menjadi bagian dari ibadah kita,” ujar dia.
Sementara itu, anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rokan Hilir Muhammad Razab mengatakan, pemanfaatan lahan seharusnya memperhatikan lingkungan yang digunakan. Salah satu larangan yang ada yaitu membakar karena bisa menimbulkan kerusakan dan kerugian.
Lihat Juga :