Picu Monopoli, Merger Grab-Gojek Rugikan Konsumen
Selasa, 08 Desember 2020 - 20:46 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga menambahkan, KPPU belum bisa memberikan penilaian apakah merger ini nantinya diterima atau ditolak. "Semoga ini ada hikmahnya, supaya memberikan dorongan lagi ke kita pentingnya notifikasi merger diubah menjadi pre-notification," tandas dia.
Baca Juga: Tak Mau Akuisisi, Tesla Buka Peluang Merger dengan Rival
Sebelumnya LBH Transportasi memberikan sikap mengenai kabar merger Grab dengan Gojek. Jika informasi merger ini benar, tentu keputusan tersebut adalah hak dan kewenangan manajemen Gojek dan Grab dalam menentukan strategi bisnisnya, namun karena bisnis ini ada pada layanan umum transportasi.
Direktur Eksekutif LBH Transportasi Hermawanto mengatakan, merger antara Gojek dan Grab berpotensi menimbulkan monopoli bisnis transportasi daring pada kendaraan roda dua yang tentunya menimbulkan pasar yang tidak sehat dan merugikan konsumen.
"Konsumen akan dirugikan karena tidak adanya persaingan yang sehat dan tentunya pula akan berdampak pada biaya transportasi dan layanan yang tidak ramah konsumen," kata dia.
Baca Juga: Tak Mau Akuisisi, Tesla Buka Peluang Merger dengan Rival
Sebelumnya LBH Transportasi memberikan sikap mengenai kabar merger Grab dengan Gojek. Jika informasi merger ini benar, tentu keputusan tersebut adalah hak dan kewenangan manajemen Gojek dan Grab dalam menentukan strategi bisnisnya, namun karena bisnis ini ada pada layanan umum transportasi.
Direktur Eksekutif LBH Transportasi Hermawanto mengatakan, merger antara Gojek dan Grab berpotensi menimbulkan monopoli bisnis transportasi daring pada kendaraan roda dua yang tentunya menimbulkan pasar yang tidak sehat dan merugikan konsumen.
"Konsumen akan dirugikan karena tidak adanya persaingan yang sehat dan tentunya pula akan berdampak pada biaya transportasi dan layanan yang tidak ramah konsumen," kata dia.
(nng)
Lihat Juga :