BAZNAS Gandeng UPZ Bank Permata Beri Modal Usaha ke Mustahik
Selasa, 08 Desember 2020 - 22:27 WIB
loading...
Gita Ari Sandi, penerima manfaat program Zmart. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan UPZ Bank Permata Syariah memberdayakan mustahik pada masa pandemi Covid-19 ini melalui Program Zmart dan program pembiayaan ekonomi mikro . Bantuan program yang diterima oleh mustahik di berbagai kota ini mencapai total Rp1,5 miliar.
Program Zmart dilaksanakan di empat lokasi yaitu Jakarta, Kota Tangerang, Kota Depok dan Kabupaten Bogor. Bantuan diwujudkan dengan bantuan modal usaha dalam bentuk barang-barang dagangan, bantuan branding berupa renovasi ringan dan pemasangan papan nama serta bantuan perlengkapan yang dibutuhkan warung.
Sedangkan program pembiayaan mikro dilakukan di tujuh lokasi BAZNAS Microfinance Desa (BMD) yakni di Kabupaten Bogor, Bukittinggi, Lombok Barat, Sigi, Bekasi, Aceh dan satu titik Layanan BAZNAS Microfinance di Matraman, Jakarta Timur. Program pembiayaan mikro dilakukan dengan memberikan bantuan modal kepada para mustahik khususnya pada bidang kuliner, warung ritel mikro, jasa, dan kepada para nelayan.
Direktur Operasi BAZNAS, Wahyu TT Kuncahyo mengatakan pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak awal tahun 2020 berpengaruh dengan kondisi ekonomi masyarakat. Kelompok mustahik yang memiliki kemampuan ekonomi rendah menjadi yang paling rentan.
Baca Juga : Teten Sebut 11 Juta Usaha Mikro Sudah Terima Banpres Produktif
“Keadaan ekonomi yang terus menurun dan juga adanya pembatasan sosial berskala besar yang diberlakukan oleh pemerintah juga berdampak pada para pelaku usaha mikro dan kecil. Oleh karena itu, BAZNAS dan UPZ PT Bank Permata Syariah bekerjasama untuk memberikan bantuan modal usaha,” kata Wahyu di Jakarta, Selasa (8/12/2020).
Program Zmart dilaksanakan di empat lokasi yaitu Jakarta, Kota Tangerang, Kota Depok dan Kabupaten Bogor. Bantuan diwujudkan dengan bantuan modal usaha dalam bentuk barang-barang dagangan, bantuan branding berupa renovasi ringan dan pemasangan papan nama serta bantuan perlengkapan yang dibutuhkan warung.
Sedangkan program pembiayaan mikro dilakukan di tujuh lokasi BAZNAS Microfinance Desa (BMD) yakni di Kabupaten Bogor, Bukittinggi, Lombok Barat, Sigi, Bekasi, Aceh dan satu titik Layanan BAZNAS Microfinance di Matraman, Jakarta Timur. Program pembiayaan mikro dilakukan dengan memberikan bantuan modal kepada para mustahik khususnya pada bidang kuliner, warung ritel mikro, jasa, dan kepada para nelayan.
Direktur Operasi BAZNAS, Wahyu TT Kuncahyo mengatakan pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak awal tahun 2020 berpengaruh dengan kondisi ekonomi masyarakat. Kelompok mustahik yang memiliki kemampuan ekonomi rendah menjadi yang paling rentan.
Baca Juga : Teten Sebut 11 Juta Usaha Mikro Sudah Terima Banpres Produktif
“Keadaan ekonomi yang terus menurun dan juga adanya pembatasan sosial berskala besar yang diberlakukan oleh pemerintah juga berdampak pada para pelaku usaha mikro dan kecil. Oleh karena itu, BAZNAS dan UPZ PT Bank Permata Syariah bekerjasama untuk memberikan bantuan modal usaha,” kata Wahyu di Jakarta, Selasa (8/12/2020).
Lihat Juga :