Sentuh Level 6.000, Analis Sebut Masih Ada Kemungkinan IHSG Terkoreksi

Kamis, 10 Desember 2020 - 10:36 WIB
loading...
Sentuh Level 6.000,...
IHSG menguat pagi ini. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini menembus level 6.000. IHSG naik 57,93 poin atau 0,97% ke 6.002. Senior Manager Research Analyst PT Kresna Sekuritas, Robertus Yanuar Hadi mengatakan, pembukaan yang cukup optimis pagi ini kemungkinan disebabkan adanya pembelian yang tertunda karena libur Pilkada kemarin. Menurutnya, di situasi penguatan saat ini masih cukup riskan untuk melakukan pembelian baru.

"Kalau misalnya mau beli baru masih cukup riskan di level 6.000 karena kita lihat penguatannya sudah cukup signifikan, tapi kita masih pantau lebih lanjut dan kemungkinan masih akan melanjutkan sideways-nya bahkan cenderung melemah ke depannya sampai dengan mungkin kita bisa ambil lagi di level support kalau sudah ada tanda-tanda koreksi yang lebih sehat," ujar Robertus dalam acara Market Opening IDX Channel, Kamis (10/12/2020).

(Baca juga: Yessss! IHSG Tembus Level 6.000 )

Robertus menambahkan, IHSG berpeluang melakukan koreksi sehat karena adanya peningkatan dalam beberapa waktu belakangan bahkan hingga level 6.000 pada pagi ini.

Meskipun akan mengalami koreksi, dia menyebut bahwa pelemahan nantinya tidak akan terlalu dalam dan diperkirakan akan berada di level support 5.800-5.700.

(Baca juga: Dongkrak Ekonomi, RI Jabat Erat UEA dan Arab Saudi )

"Itu masih bisa dijaga untuk bisa kita antisipasi melakukan cicil pembelian lagi untuk sektor saham-saham blue chips yang sudah terkoreksi sehingga masih ada tabungan persiapan untuk mempersiapkan rally akhir tahun," ucapnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
Gurita Konsentrasi Saham...
Gurita Konsentrasi Saham dan Ujian Transparansi Bursa Kita
Nasdem Dukung Bareskrim...
Nasdem Dukung Bareskrim Berantas Manipulasi Pasar Modal
Regulator Mundur, IHSG...
Regulator Mundur, IHSG Tersungkur: Ketika Krisis Kepercayaan Menghantam Pasar Modal
Rekomendasi
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved