Kementan Lepas Varietas Rumput Steno Agrinak untuk Pertama Kalinya
Jum'at, 11 Desember 2020 - 18:12 WIB
loading...
A
A
A
"Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Lolit Sei Putih dengan melakukan perbanyakan tanaman asal di bawah tegakan leguminosa pohon Gamal, Indigofera, Kelapa Sawit dan Coklat," imbuh dia.
Pemulia Balai Penelitian Ternak Ciawi, Achmad Fanindi mengatakan, pemuliaan dilakukan dengan metode seleksi massa positif mulai tahun 2016 sampai dengan 2018 di kebun percobaan Loka Penelitian Kambing Potong.
Sedanglan, sumber bibit rumput Stenotaphrum secundatum var. Steno Agrinak pada awalnya diperoleh dari Gorontalo, Sulawesi dan dikoleksi pada kebun plasma nutfah Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih Sumatera Utara.
Kemudian, bibit yang berasal dari tanaman terseleksi ditanam dan diujiadaptasikan pada dua lokasi yang berbeda, yaitu di Kebun Percobaan (KP) Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih, Kabupaten Deli Serdang dan Kebun Percobaan (KP) Gurgur, Kabupaten Toba Samosir. Total luas lahan pada kedua lokasi kebun tersebut 1.600 m2.
Keduanya memiliki daerah dengan elevasi yang berbeda. Di Deli Serdang merupakan dataran rendah beriklim basah (ketinggian 50-100 m dpl dengan rataan curah hujan 1.200 mm/thn), sedangkan di Toba Samosir merupakan dataran tinggi beriklim sedang dengan total ketinggian 1.180 m dpl serta rataan curah hujan 32-167 mm/bln).
Achmad mengungkapkan, berdasarkan data pengamatan, maka diperoleh rataan produksi segar untuk varietas hasil seleksi mencapai 152,7ton/ha/thn di lahan dataran rendah dan 98,3 ton/ha/thn di lahan dataran tinggi. Hasilnya, produksi ini meningkat dibanding varietas asal yang hanya sebesar 60,4 dan 44,9 ton/ha/thn.
Pemulia Balai Penelitian Ternak Ciawi, Achmad Fanindi mengatakan, pemuliaan dilakukan dengan metode seleksi massa positif mulai tahun 2016 sampai dengan 2018 di kebun percobaan Loka Penelitian Kambing Potong.
Sedanglan, sumber bibit rumput Stenotaphrum secundatum var. Steno Agrinak pada awalnya diperoleh dari Gorontalo, Sulawesi dan dikoleksi pada kebun plasma nutfah Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih Sumatera Utara.
Kemudian, bibit yang berasal dari tanaman terseleksi ditanam dan diujiadaptasikan pada dua lokasi yang berbeda, yaitu di Kebun Percobaan (KP) Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih, Kabupaten Deli Serdang dan Kebun Percobaan (KP) Gurgur, Kabupaten Toba Samosir. Total luas lahan pada kedua lokasi kebun tersebut 1.600 m2.
Keduanya memiliki daerah dengan elevasi yang berbeda. Di Deli Serdang merupakan dataran rendah beriklim basah (ketinggian 50-100 m dpl dengan rataan curah hujan 1.200 mm/thn), sedangkan di Toba Samosir merupakan dataran tinggi beriklim sedang dengan total ketinggian 1.180 m dpl serta rataan curah hujan 32-167 mm/bln).
Achmad mengungkapkan, berdasarkan data pengamatan, maka diperoleh rataan produksi segar untuk varietas hasil seleksi mencapai 152,7ton/ha/thn di lahan dataran rendah dan 98,3 ton/ha/thn di lahan dataran tinggi. Hasilnya, produksi ini meningkat dibanding varietas asal yang hanya sebesar 60,4 dan 44,9 ton/ha/thn.
Lihat Juga :