Jaga Bisnis Tetap Berjalan, Len Mulai Produksi Ventilator
Rabu, 13 Mei 2020 - 09:39 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, kapasitas produksi PT Len untuk memproduksi per harinya bisa mencapai 50 unit ventilator, tergantung pada ketersediaan komponen. Sementara untuk target produk yang diperlukan BPPT sebanyak 600 unit.
Menurut dia, alat kesehatan buatan dalam negeri ini menggunakan material 100% kandungan lokal dan tidak ada yang impor. "Saat ini, harga kedua ventilator, baik dari BPPT maupun ITB belum secara resmi ditetapkan, karena produk yang dibuat masih ada penambahan fitur dan ventilator ITB saat ini masih ditujukan untuk keperluan donasi," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Len Industri Zakky Gamal Yasin memastikan bahwa perseroan masih menggarap proyek strategis di tengah situasi pembatasan kerja mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi corona.
“Kondisi pekerjaan di lapangan sekarang dibatasi dan mengikuti Protokol Pencegahan Virus Covid-19. Sedangkan di kantor sudah menerapkan WFH (Work From Home) sejak tanggal 18 Maret 2020 hingga hari ini,” kata Zakky.
Dia menjelaskan, mayoritas proyek strategis juga masih berjalan, kendati beberapa kemungkinan akan dijadwalkan ulang. Zakky mengungkapkan bahwa perusahaan masih mengerjakan program rudal Pertahanan Udara Statreak, Pamtas (pengamanan perbatasan) Indonesia - Malaysia, serta pengadaan sistem data link.
Menurut dia, alat kesehatan buatan dalam negeri ini menggunakan material 100% kandungan lokal dan tidak ada yang impor. "Saat ini, harga kedua ventilator, baik dari BPPT maupun ITB belum secara resmi ditetapkan, karena produk yang dibuat masih ada penambahan fitur dan ventilator ITB saat ini masih ditujukan untuk keperluan donasi," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Len Industri Zakky Gamal Yasin memastikan bahwa perseroan masih menggarap proyek strategis di tengah situasi pembatasan kerja mengikuti protokol kesehatan di masa pandemi corona.
“Kondisi pekerjaan di lapangan sekarang dibatasi dan mengikuti Protokol Pencegahan Virus Covid-19. Sedangkan di kantor sudah menerapkan WFH (Work From Home) sejak tanggal 18 Maret 2020 hingga hari ini,” kata Zakky.
Dia menjelaskan, mayoritas proyek strategis juga masih berjalan, kendati beberapa kemungkinan akan dijadwalkan ulang. Zakky mengungkapkan bahwa perusahaan masih mengerjakan program rudal Pertahanan Udara Statreak, Pamtas (pengamanan perbatasan) Indonesia - Malaysia, serta pengadaan sistem data link.
Lihat Juga :