Kolaborasi Antar Negara Jadi Solusi Akselerasi Transisi Energi di Indonesia
Senin, 14 Desember 2020 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Ketua Dewan Penasehat Indonesia Clean Energy Forum (ICEF) Kuntoro Mangkusubroto menyoroti pentingnya menyusun roadmap atau peta jalan transisi energi nasional yang jelas dalam satu hingga dua tahun ke depan sebagai acuan dan pedoman bagi para pemangku kepentingan energi utama.
Menurut dia, negara berkembang seperti Indonesia berada di persimpangan untuk menentukan sistem energi masa depan. Bersikeras tetap membangun infrastruktur energi fosil akan menjadi kesalahan, karena dalam jangka panjang akan menyebabkan terkuncinya infrastruktur karbon tinggi.
Baca Juga: RUU Energi Baru Dianggap Kena 'Radiasi', Banyak Pasal Soal Nuklir Tumpang Tindih
Dia berpendapat bahwa perubahan kebijakan untuk mendukung energi terbarukan dalam rencana pemulihan ekonomi akan menjadi pilihan yang logis. Hal ini akan menarik investasi energi bersih, menciptakan lapangan kerja baru dan lebih hijau, dan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan polusi udara.
"Dalam fase transisi khusus ini, saat kita pulih dari pandemi, kebutuhan energi yang akan datang harus dipenuhi dengan alternatif kompetitif bebas karbon untuk menghindari berbagai dampak bencana perubahan iklim dan mencapai lintasan pembangunan berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," jelasnya.
Menurut dia, negara berkembang seperti Indonesia berada di persimpangan untuk menentukan sistem energi masa depan. Bersikeras tetap membangun infrastruktur energi fosil akan menjadi kesalahan, karena dalam jangka panjang akan menyebabkan terkuncinya infrastruktur karbon tinggi.
Baca Juga: RUU Energi Baru Dianggap Kena 'Radiasi', Banyak Pasal Soal Nuklir Tumpang Tindih
Dia berpendapat bahwa perubahan kebijakan untuk mendukung energi terbarukan dalam rencana pemulihan ekonomi akan menjadi pilihan yang logis. Hal ini akan menarik investasi energi bersih, menciptakan lapangan kerja baru dan lebih hijau, dan mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan polusi udara.
"Dalam fase transisi khusus ini, saat kita pulih dari pandemi, kebutuhan energi yang akan datang harus dipenuhi dengan alternatif kompetitif bebas karbon untuk menghindari berbagai dampak bencana perubahan iklim dan mencapai lintasan pembangunan berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," jelasnya.
(nng)
Lihat Juga :