Investasi Masih Mengalir

Selasa, 15 Desember 2020 - 06:02 WIB
loading...
A A A
Wealth Management Head Bank OCBC NISP Juky Mariska mengatakan, sejumlah kebijakan seperti pelonggaran peraturan pembatasan sosial oleh pemerintah memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan untuk konsumsi dalam negeri.

"IHSG menguat 5,3% pada Oktober, mencatatkan penguatan bulanan terbesar di 2020 setelah turun sebanyak 7,0% pada bulan September. Namun hingga akhir Bulan Oktober, IHSG masih 18,6% lebih rendah dibandingkan awal tahun ini," ujar Juky.

Bagi investor yang bergantung pada teknis, lanjut Juky, hal ini mengindikasikan bahwa pasar saham masih memiliki potensi besar untuk meminimalkan kerugiannya pada kuartal IV yang didorong oleh pemulihan ekonomi. (Baca juga: Lazio Tak Gentar Hadapi Bayern di 16 Besar)

Sementara itu, kata dia, hasil pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) juga telah menjadi pendorong bagi pasar domestik, bersama dengan kemajuan positif pada vaksin terdepan.

Pengamat ekonomi Rifki Fadilah berpendapat, pergerakan ekonomi dalam negeri tidak terpelas dari sisi supply dan demand. Demikian juga dengan sektor investasi yang juga turut didorong oleh permintaan.

“Otomatis hal yang paling sederhana ketika mau investasi melihat prospek dari suatu bisnis itu apakah akan berkembang atau tidak. Bisnis akan berkembang didorong adanya permintaan. Permintaan tidak ada, otomatis potensi bisa akan hilang,” ujarnya.

Terkait realisasi investasi di Indonesia, kata dia, Investor memiliki hitung-hitungan yang matang mengenai keuntungan yang akan diperoleh dan jangka waktu uang kembali. Peneliti The Indonesian Institute Center for Public Policy Research (TII) itu mengatakan investasi memang mulai tumbuh, tetapi bukan ke sektor riil melainkan di pasar saham atau derivatif.

“Dia meningkat terus dan prospeknya menjanjikan untuk pasar derivatif. Itu sifatnya hot money, jika ada sesuatu yang mengganggu, bisa langsung pergi. Kalau investasi di sektor riil, mau tidak mau, harus menanggung risiko entah untung atau tidak. Investasi di sektor riil (masih) agak pesimis melihat situasi,” katanya. (Lihat videonya: Komnas HAM Investigasi Kasus Penembakan Simpatisan FPI)

Dia tidak memungkiri, investasi kemungkinan akan menyasar ke perusahaan rintisan. Menurutnya, perusahaan rintisan memiliki keunggulan dari sisi penggunaan teknologi informasi (TI). Di tengah pandemi, semua kegiatan dan mobilitas orang dibatasi. (F.W. Bahtiar/Rina Anggraeni/Aditya Pratama)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
Mulai Investasi Saham...
Mulai Investasi Saham dan Reksa Dana? Cek & Ikuti Promo Combo Cuan 50 dari MNC Sekuritas
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Hasil Lawatan dari Prancis,...
Hasil Lawatan dari Prancis, Prabowo Bawa Oleh-oleh Kerja Sama Rp61,25 Triliun
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
BP Batam Kawal Investasi...
BP Batam Kawal Investasi 88 Triliun AI Data Centre guna Transformasi Digital
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Rekomendasi
15.086 Jemaah Haji Reguler...
15.086 Jemaah Haji Reguler dan 7.547 Haji Khusus Telah Tiba di Indonesia
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Infografis
Indonesia Tolak Usulan...
Indonesia Tolak Usulan Investasi Apple Rp1,58 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved