Anggaran Kartu Prakerja Dipotong Rp10 Triliun, Apa Kabar Korban PHK?

Selasa, 15 Desember 2020 - 19:44 WIB
loading...
Anggaran Kartu Prakerja...
FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah memangkas anggaran program Kartu Prakerja sebesar Rp10 triliun di 2021. Nilai tersebut lebih kecil dibandingkan anggaran 2020 mencapai Rp20 triliun. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, alokasi dana program Kartu Prakerja akan disesuaikan dengan kondisi atau situasi perekonomian nasional pasca pandemi Covid-19.

"Tentunya yang tahun ini kita selenggarakan dengan dana Rp 20 triliun dan tahun depan kita akan kembali ke dana yang Rp10 triliun karena program bantuan pemerintah disesuaikan dengan situasi dengan harapannya pandemi ini akan turun," ujar Airlangga kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Baca Juga: Luhut Pastikan Tidak Ada PSBB di DKI Jakarta, Ini Gantinya

Pemerintah menargetkan penyesuaian akan dilakukan pada kuartal II 2021. Di mana, konsep atau desain Kartu Prakerja apakah akan direalisasikan berdasarkan skema awal sebelum pandemi atau adanya elaborasi antara virtual dan fisik. Penyesuaian sendiri akan dilakukan setelah Kemenko Perekonomian melakukan mengevaluasi pelaksanaan programnya pada kuartal I 2021, serta kondisi setelah proses vaksinasi Covid-19 nantinya.

"Kita berharap tahun depan vaksinasi sudah dimulai jadi tentunya program Kartu Prakerja ini kita akan lanjutkan dengan model yang seperti sekarang. Tetapi nanti kita akan evaluasi di kuartal II 2021, apakah di kuartal II kita kembalikan kepada program yang kita rencanakan sebelumnya, dan tentu itu kita lihat dari kuartal I 2021, capaiannya.

Meski begitu, Airlangga optimis jika pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun depan akan kembali bergeliat. Indikator itu, kata dia, bisa dilihat berdasarkan surplus nilai ekspor Indonesia yang mengalami surplus. Di mana, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, surplus neraca perdagangan terjadi karena nilai ekspor mencapai 15,28 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau naik 6,36 persen dari 14,36 miliar dolar AS pada Oktober 2020. Sedangkan nilai impor mencapai 12,66 miliar dolar AS atau meningkat 17,4 persen dari 10,79 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: Ledakan PHK Makin Ngeri, Jokowi: Ini PR yang Harus Kita Selesaikan

Indikator lain adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa melesat hingga mencapai rekor 6.800 pada akhir Desember 2021. Prediksi ini disampaikan oleh JPMorgan, perusahaan jasa keuangan global asal AS. "Kita ketahui bersama capaiannya dari segi ekonomi, kita melihat ada tanda-tanda pemulihan ekonomi yang secara garis besar tadi sudah ada. Ada rilis dari BPS dan ekspor kita juga tinggi kemudian juga terkait dengan kita mengetahui di bursa saham indeks kita sudah berada di atas 6100 JPMorgan menargetkan kita sudah ada 6800 di tahun depan," katanya. Dengan indikator tersebut diatas, maka kemungkinan besar pemerintah melakukan sejumlah penyesuaian terhadap sejumlah program, termasuk Kartu Prakerja.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
Airlangga Kunjungi Belarus,...
Airlangga Kunjungi Belarus, Bidik Kerja Sama Teknologi Modern Alat Pertanian
Anggaran MBG Rp249 Triliun...
Anggaran MBG Rp249 Triliun Sudah Cair, Perputaran Dana di Jabar Capai Rp6 Triliun per Bulan
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
Rekomendasi
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan...
KTM 790 Duke 2027 Diperkenalkan Kini Lebih Agresif
Berita Terkini
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Infografis
Makin Sejahtera, Anggaran...
Makin Sejahtera, Anggaran Gaji PNS Naik Jadi Rp260,9 Triliun di 2023
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved