Kurs Rupiah Bakal Melemah Saat Pengetatan Aktivitas Berlaku Kembali

Rabu, 16 Desember 2020 - 09:05 WIB
loading...
Kurs Rupiah Bakal Melemah...
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diprediksi melemah pada perdagangan hari ini. Sentimen datang menyusul pengetatan aktivitas yang diberlakukan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2020. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diprediksi melemah pada perdagangan hari ini. Sentimen datang menyusul pengetatan aktivitas yang diberlakukan jelang libur Natal dan Tahun Baru 2020 , seiring meningkatnya kasus Covid-19.

(Baca Juga: Naik Kereta Api Jarak Jauh Wajib Rapid Tes Anti Gen Sejak H-2 )

Guna mencegah penularan virus Corona saat libur Natal dan Tahun Baru 2020, Pemerintah seperti disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, akan berlakukan kebijakan pengetatan terukur.

(Baca Juga: Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Mata Uang Garuda Lemes )

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, rupiah bisa melemah terhadap dollar AS karena mendapatkan sentimen negatif dari kebijakan pengetatan aktivitas ekonomi. Pasalnya kekhawatiran peningkatan kasus covid-19 di Tanah Air yang memang sekarang terus meninggi.

"Pengetatan aktivitas berpotensi melambatkan pemulihan ekonomi. Sementara persetujuan vaksin masih awal tahun depan," kata Ariston di Jakarta, Rabu (16/12/2020).

(Baca Juga: Luhut Pastikan Tidak Ada PSBB di DKI Jakarta, Ini Gantinya )

Tapi di sisi lain, isu vaksin dan stimulus AS bisa memberikan sentimen positif untuk aset berisiko dan rupiah. "Potensi pergerakan rupiah di kisaran Rp14.080 hingga Rp14.150 per USD," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rekomendasi
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved