Diguyur Utang Rp12,8 Triliun, PLN Ngebut Garap Indonesia Timur
Kamis, 17 Desember 2020 - 17:36 WIB
loading...
FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT PLN (Persero) mencatat telah menerima dana dari Asian Development Bank (ADB) dan Kreditanstalt fur Wiederaufbau (KfW) dengan total nilai bernilai total 910 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp12,8 triliun. Dana itu akan alokasikan untuk investasi kelistrikan di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Luky Alfirman menyampaikan, PLN terus berupaya menyediakan listrik bagi masyarakat. Komitmen tersebut memperoleh dukungan dari dua lembaga keuangan internasional tersebut. Di mana, total dukungan pendanaan yang diberikan oleh ADB untuk pendanaan program investasi kelistrikan di Regional Kalimantan, Maluku dan Papua sebesar 600 juta dolar AS dan dari KfW untuk program investasi kelistrikan khususnya distribusi ke pelanggan di Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara sebesar 310 juta dolar AS.
“Dukungan ini menjadi penting mengingat Kawasan Timur Indonesia tentu membutuhkan biaya yang cukup besar. Sementara masyarakat tentu membutuhkan layanan listrik yang berkualitas. Melalui dukungan ini, diharapkan juga dapat mendorong roda perekonomian di Kawasan Timur Indonesia,” ujar Luky, dalam siaran pers, Kamis (17/12/2020).
Baca Juga: Terungkap! PPATK Temukan Bukti Baru Terkait Bancakan Duit Jiwasraya
Bahkan, jaminan pemerintah kepada kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Di mana, program investasi ini guna penyambungan pelanggan baru maupun peningkatan pelayanan kepada para pelanggan eksisting di Kawasan Timur Indonesia.
Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Luky Alfirman menyampaikan, PLN terus berupaya menyediakan listrik bagi masyarakat. Komitmen tersebut memperoleh dukungan dari dua lembaga keuangan internasional tersebut. Di mana, total dukungan pendanaan yang diberikan oleh ADB untuk pendanaan program investasi kelistrikan di Regional Kalimantan, Maluku dan Papua sebesar 600 juta dolar AS dan dari KfW untuk program investasi kelistrikan khususnya distribusi ke pelanggan di Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara sebesar 310 juta dolar AS.
“Dukungan ini menjadi penting mengingat Kawasan Timur Indonesia tentu membutuhkan biaya yang cukup besar. Sementara masyarakat tentu membutuhkan layanan listrik yang berkualitas. Melalui dukungan ini, diharapkan juga dapat mendorong roda perekonomian di Kawasan Timur Indonesia,” ujar Luky, dalam siaran pers, Kamis (17/12/2020).
Baca Juga: Terungkap! PPATK Temukan Bukti Baru Terkait Bancakan Duit Jiwasraya
Bahkan, jaminan pemerintah kepada kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Di mana, program investasi ini guna penyambungan pelanggan baru maupun peningkatan pelayanan kepada para pelanggan eksisting di Kawasan Timur Indonesia.
Lihat Juga :