Cegah Karhutla, Optimalkan Tanaman Sela di Sekitar Perkebunan
Kamis, 17 Desember 2020 - 20:27 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga:Satgas TMMD 1015/Sampit Sosialisasi Bahaya Karhutla)
Kegiatan DMCA menurut Shamsuddin, misalnya dengan kegiatan pertanian dan peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Misalnya memberikan pelatihan masyarakat budidaya hidroponik. Untuk kegiatan tersebut, pihaknya bekerjasama dengan Universitas Riau, Universitas Jambi, Univesitas Sriwijaya, Universitas Palangka Raya dan Universitas Lambung Mangkurat.
“Selain karena faktor cuaca yang bagus, sehingga resiko karhutla berkurang. Sistem kita dengan DMCA yang bekerjasama dengan masyarakat sekeliling kebun sawit membantu mencegah karhutla tahun ini,” tuturnya.
(Baca juga:Tanggulangi Karhutla dengan Teknologi Aplikasi, Kapolda Riau Raih Indonesia Awards 2020)
Untuk mengatasi karhutla, Ditjen Perkebunan telah melakukan beberapa upaya. Menurut Kasubdit Gangguan Usaha, DPI dan Pencegahan Kebakaran Ditjen Perkebunan, Iswanto, pemerintah sudah membentuk Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di daerah rawan kebakaran dan membentuk Brigade Kebakaran Lahan Perkebunan (Karlabun).
“Saat ini sudah 71 brigade yang berada di provinsi dan kabupaten dan 142 KTPA. Kami telah memfasilitasi parasana dan saran bagi Brigade dan KPTA untuk mengendalikan kebaran kebun dan lahan,” katanya.
Bahkan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, untuk mencegah pembakaran lahan, pemerintah memberikan bantuan kopi liberika pada KPTA. Harapannya dengan bantuan bibit kopi, petani akan menjaga dan merawat lahannya. “Bersama dengan Ditjen PSP kami juga memberikan bantuan traktor roda dua dan empat yang dikelola Brigade Alsintan di kabupaten,” tuturnya.
Kegiatan DMCA menurut Shamsuddin, misalnya dengan kegiatan pertanian dan peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Misalnya memberikan pelatihan masyarakat budidaya hidroponik. Untuk kegiatan tersebut, pihaknya bekerjasama dengan Universitas Riau, Universitas Jambi, Univesitas Sriwijaya, Universitas Palangka Raya dan Universitas Lambung Mangkurat.
“Selain karena faktor cuaca yang bagus, sehingga resiko karhutla berkurang. Sistem kita dengan DMCA yang bekerjasama dengan masyarakat sekeliling kebun sawit membantu mencegah karhutla tahun ini,” tuturnya.
(Baca juga:Tanggulangi Karhutla dengan Teknologi Aplikasi, Kapolda Riau Raih Indonesia Awards 2020)
Untuk mengatasi karhutla, Ditjen Perkebunan telah melakukan beberapa upaya. Menurut Kasubdit Gangguan Usaha, DPI dan Pencegahan Kebakaran Ditjen Perkebunan, Iswanto, pemerintah sudah membentuk Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) di daerah rawan kebakaran dan membentuk Brigade Kebakaran Lahan Perkebunan (Karlabun).
“Saat ini sudah 71 brigade yang berada di provinsi dan kabupaten dan 142 KTPA. Kami telah memfasilitasi parasana dan saran bagi Brigade dan KPTA untuk mengendalikan kebaran kebun dan lahan,” katanya.
Bahkan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, untuk mencegah pembakaran lahan, pemerintah memberikan bantuan kopi liberika pada KPTA. Harapannya dengan bantuan bibit kopi, petani akan menjaga dan merawat lahannya. “Bersama dengan Ditjen PSP kami juga memberikan bantuan traktor roda dua dan empat yang dikelola Brigade Alsintan di kabupaten,” tuturnya.
(dar)
Lihat Juga :