PT PII Dukung PLN Perluas Jangkauan Listrik di Indonesia Timur
Kamis, 17 Desember 2020 - 22:59 WIB
loading...
A
A
A
Proyek tersebut diharapkan akan meningkatkan jangkauan listrik kepada kurang lebih 7,7 juta pelanggan di wilayah Nusa Tenggara dan Sulawesi. Sebeb itu, Kemenkeu bersama PT PII memberikan dukungan berupa penjaminan pemerintah yang memungkinkan ADB dan KfW sebagai Lembaga multilateral pembiayaan pembangungan, memberikan pembiayaan pinjaman langsung kepada PLN dengan syarat dan ketentuan yang sangat menguntungkan PLN karena setara dengan pembiayaan untuk pemerintah (sovereign loan) sehingga PLN dapat mengembangkan proyek-proyek dimaksud dengan biaya pembiayaan yang lebih terjangkau dan nilai investasi yang lebih efisien sehingga dapat lebih banyak menjangkau masyarakat diwilayah Kalimantan, Maluku-Papua, Sulawesi dan Nusa Tenggara.
Hal itu dipastikan akan mempercepat upaya pemerintah meningkatkan rasio elektrifikasi nasional dengan menjalankan program melistriki 433 desa di wilayah timur Indonesia, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan strategi peningkatan akses listrik melalui perluasan jaringan listrik dan berperan mendukung upaya pemerintah untuk menarik investasi sektor swasta pada sektor ini.
Sementara itu, Direktur Utama PT PII, M. Wahid Sutopo menjelaskan bahwa dengan menyediakan penjaminan pemerintah pada proyek tersebut, PT PII bersama Kemenkeu, berkomitmen untuk mendukung pengembangan infrastruktur listrik utama di wilayah Indonesia Timur. "Seperti diketahui, wilayah Indonesia Timur memiliki potensi besar untuk memacu sumber-sumber pertumbuhan ekonomi, di sektor-sektor seperti perikanan, agro-industri, dan pariwisata. Peran PII dalam skema penjaminan pemerintah diharapkan dapat mendukung perluasan akses pada jaringan listrik di wilayah-wilayah tersebut," kata dia.
Direktur Keuangan PLN, Sinthya Roesly menambahkan bahwa keberhasilan ditandatanganinya proyek tersebut bukan hanya kerja keras PLN, namun juga dari instansi yang terlibat, yaitu Kemenkeu, PT PII, ADB dan KfW Bank. "Kami berharap proyek ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga dapat berkontribusi meningkatkan kebutuhan rasio elektrifikasi nasonal untuk masyarakat di wilayah timur," tuturnya.
Hal itu dipastikan akan mempercepat upaya pemerintah meningkatkan rasio elektrifikasi nasional dengan menjalankan program melistriki 433 desa di wilayah timur Indonesia, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dengan strategi peningkatan akses listrik melalui perluasan jaringan listrik dan berperan mendukung upaya pemerintah untuk menarik investasi sektor swasta pada sektor ini.
Sementara itu, Direktur Utama PT PII, M. Wahid Sutopo menjelaskan bahwa dengan menyediakan penjaminan pemerintah pada proyek tersebut, PT PII bersama Kemenkeu, berkomitmen untuk mendukung pengembangan infrastruktur listrik utama di wilayah Indonesia Timur. "Seperti diketahui, wilayah Indonesia Timur memiliki potensi besar untuk memacu sumber-sumber pertumbuhan ekonomi, di sektor-sektor seperti perikanan, agro-industri, dan pariwisata. Peran PII dalam skema penjaminan pemerintah diharapkan dapat mendukung perluasan akses pada jaringan listrik di wilayah-wilayah tersebut," kata dia.
Direktur Keuangan PLN, Sinthya Roesly menambahkan bahwa keberhasilan ditandatanganinya proyek tersebut bukan hanya kerja keras PLN, namun juga dari instansi yang terlibat, yaitu Kemenkeu, PT PII, ADB dan KfW Bank. "Kami berharap proyek ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga dapat berkontribusi meningkatkan kebutuhan rasio elektrifikasi nasonal untuk masyarakat di wilayah timur," tuturnya.
(nng)
Lihat Juga :