Pengusaha Harap Besaran Stimulus Ditambah dan Lebih Merata
Rabu, 13 Mei 2020 - 17:44 WIB
loading...
A
A
A
Dia berharap insentif diperluas dan lebih merata. Jika kondisi in terus berlangsung, ujar Andre, perusahaan transportasi umum hanya bisa bertahan 1-2 bulan ke depan.
Dibutuhkan langkah cepat menagani dampak pandemi. Salah satunya diusulkan oleh Badan Angggaran DPR dengan meminta Bank Indonesia mencetak uang. Ketua Banggar DPR, Said Abdullah, usulan itu masuk akal, terutama dari sisi inflasi yang kerap kali dikhawatirkan.
"Kalau cetak uang Rp600 triliun kemudian seakan-akan uangnya banjir, tidak juga. Hitungan kami kalau BI cetak Rp600 triliun, itu inflasinya sekitar 5-6%, tidak banyak. Masa Rp600 triliun tiba-tiba inflasi akan naik 60-70%, tidak juga kalau menurut kami," ungkapnya.
Dihubungi terpisah, ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Mohamad Faisal mengatakan, tidak hanya pemerintah pusat namun sudah saatnya bank sentral ikut aktif berperan membantu krisis pandemi Covid-19 secara nyata dengan mengucurkan likuiditas kepada sektor-sektor ekonomi. "Paling ekstrem ya bisa dilakukan dengan mencetak uang. Tapi karena kondisi saat ini saya kira itu tidak salah dilakukan selama risikonya terukur. Apalagi sebelum masa pandemi Covid terjadi di dalam negeri masih kekurangan likuiditas," ujarnya.
Dia menjelaskan porsi PDB nasional hanya sekitar 40% dari jumlah uang yang beredar di masyarakat sehingga saat ini dibutuhkan banyak uang yang dalam bentu cash. Dia menambahkan, bank sentral harus berpikir out of the box dan ikut andil menyelamatkan perekonomian.
Dibutuhkan langkah cepat menagani dampak pandemi. Salah satunya diusulkan oleh Badan Angggaran DPR dengan meminta Bank Indonesia mencetak uang. Ketua Banggar DPR, Said Abdullah, usulan itu masuk akal, terutama dari sisi inflasi yang kerap kali dikhawatirkan.
"Kalau cetak uang Rp600 triliun kemudian seakan-akan uangnya banjir, tidak juga. Hitungan kami kalau BI cetak Rp600 triliun, itu inflasinya sekitar 5-6%, tidak banyak. Masa Rp600 triliun tiba-tiba inflasi akan naik 60-70%, tidak juga kalau menurut kami," ungkapnya.
Dihubungi terpisah, ekonom Center of Reform on Economic (CORE) Mohamad Faisal mengatakan, tidak hanya pemerintah pusat namun sudah saatnya bank sentral ikut aktif berperan membantu krisis pandemi Covid-19 secara nyata dengan mengucurkan likuiditas kepada sektor-sektor ekonomi. "Paling ekstrem ya bisa dilakukan dengan mencetak uang. Tapi karena kondisi saat ini saya kira itu tidak salah dilakukan selama risikonya terukur. Apalagi sebelum masa pandemi Covid terjadi di dalam negeri masih kekurangan likuiditas," ujarnya.
Dia menjelaskan porsi PDB nasional hanya sekitar 40% dari jumlah uang yang beredar di masyarakat sehingga saat ini dibutuhkan banyak uang yang dalam bentu cash. Dia menambahkan, bank sentral harus berpikir out of the box dan ikut andil menyelamatkan perekonomian.
(fai)
Lihat Juga :