Permintaan Tinggi, Produsen Baru Hand Sanitizer Bermunculan

Kamis, 16 April 2020 - 20:28 WIB
loading...
A A A
Menurut Irham, MUTU sebetulnya sudah lama menyediakan layanan pengujian. Hanya saja, kata dia, aplikasinya kebanyakan pada sektor pangan untuk melihat kandungan mikrobiologi dan juga di rumah sakit serta fasilitas kesehatan untuk melihat banyaknya kandungan mikrobiologi yang ada pada fasilitas kesehatan tersebut.

"Dengan banyaknya produk hand sanitizer maka kami di MUTU mengembangkan metode untuk membantu mengidentifikasi efektifitas hand sanitizer," tuturnya.

Adapun untuk biaya pengujiannya untuk satu sampel relatif murah yaitu Rp300 ribu. "Biasanya untuk uji efektifitas hand sanitizer akan diuji dua kali yaitu sebelum penggunaan dan setelah dialokasikan sehingga total biaya sekitar Rp600 ribu," ungkapnya.

Kepala Lab MUTU Adis Aris Munandar menambahkan, ada beberapa pengujian yang bisa dilakukan terhadap sampel hand sanitizer. Antara lain uji bahan baku, yang biasanya mencakup etanol, gliserol dan bahan tambahan lain.

Selain itu adalah uji konsistensi (stability test), uji bakteri, dan uji koefisien fenol alias efektifitas dalam membunuh mikroba seperti bakteri, virus, jamur. "MUTU sedang mengembangkan dan telah berhasil untuk uji bakteri sesuai metode SNI (Standar Nasional Indonesia)," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dimulainya Kolaborasi...
Dimulainya Kolaborasi Pengembangan Riset Ilmiah dan Pengujian Lingkungan
Wabah HMPV Merebak di...
Wabah HMPV Merebak di China: Akankah Jadi Pandemi Berikutnya setelah Covid-19?
Berkat Gas dan Rem Jokowi,...
Berkat 'Gas dan Rem' Jokowi, Indonesia Selamat dari Badai Krisis Ekonomi
Restrukturisasi Kredit...
Restrukturisasi Kredit Covid BNI Turun Jadi Rp25,8 T per Maret 2024
Bauran EBT Masih Jauh...
Bauran EBT Masih Jauh dari Target, Menteri ESDM Salahkan Covid
Status Pandemi Covid-19...
Status Pandemi Covid-19 Dicabut, Jokowi Optimistis Ekonomi Meningkat
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Bukan Garasi Pejabat...
Bukan Garasi Pejabat Biasa: Dua Harley, Tiga Jip Legendaris, dan Rompi Oranye Silmy Karim
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Infografis
Deretan Pasal Kontroversial...
Deretan Pasal Kontroversial dalam KUHP Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved