Permintaan Tinggi, Produsen Baru Hand Sanitizer Bermunculan

Kamis, 16 April 2020 - 20:28 WIB
loading...
Permintaan Tinggi, Produsen...
Ilustrasi hand sanitizer. Foto/Dok SINDO/Ali Masduki
A A A
JAKARTA - Masker dan hand sanitizer menjadi dua benda paling diburu masyarakat sejak temuan kasus positif corona (Covid-19) di Indonesia pada awal Maret lalu. Permintaan yang tinggi memicu lonjakan harga bahkan kelangkaan di pasar. Kini, dua produk yang sebelumnya sangat terjangkau itu tak lagi bisa ditemui di rak-rak minimarket bahkan apotik sekalipun.

Hukum ekonomi supply-demand pun berbicara. Seiring meningkatnya permintaan, maka di sisi hulu produsen hand sanitizer pun berupaya menggenjot pasokan. Tak hanya pemain lama, sejumlah perusahaan juga lantas ikut-ikutan memproduksi hand sanitizer lantaran melihat ceruk pasar yang potensial.

Salah satu indikatornya adalah meningkatnya permintaan uji laboratorium hand sanitizer, yang mana hasil uji lab ini menjadi salah satu persyaratan bagi produsen untuk mendapatkan ijin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hal tersebut dibenarkan oleh Wakil Presiden Direktur PT Mutu Agung Lestari (MUTU International) Irham Budiman. Perusahan penyedia layanan jasa pengujian, inspeksi dan sertifikasi itu mencatat dalam tiga pekan terakhir terdapat lebih dari 10 perusahaan yang mengajukan uji lab produk hand sanitizer.

"Umumnya perusahaan tersebut adalah perusahaan kosmetik dan obat-obatan yang produk sebelumnya tidak spesifik ke hand sanitizer, hanya ketika ada permintaan yang cukup tinggi terhadap produk tersebut maka mereka memproduksi produk hand sanitizer," ujarnya kepada SINDOnews, Kamis (16/4/2020).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dimulainya Kolaborasi...
Dimulainya Kolaborasi Pengembangan Riset Ilmiah dan Pengujian Lingkungan
Wabah HMPV Merebak di...
Wabah HMPV Merebak di China: Akankah Jadi Pandemi Berikutnya setelah Covid-19?
Berkat Gas dan Rem Jokowi,...
Berkat 'Gas dan Rem' Jokowi, Indonesia Selamat dari Badai Krisis Ekonomi
Restrukturisasi Kredit...
Restrukturisasi Kredit Covid BNI Turun Jadi Rp25,8 T per Maret 2024
Bauran EBT Masih Jauh...
Bauran EBT Masih Jauh dari Target, Menteri ESDM Salahkan Covid
Status Pandemi Covid-19...
Status Pandemi Covid-19 Dicabut, Jokowi Optimistis Ekonomi Meningkat
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved