Masa Krisis, Stabilitas Perbankan Perlu Dijaga

Rabu, 13 Mei 2020 - 22:51 WIB
loading...
Masa Krisis, Stabilitas...
Pengamat ekonomi dan perbankan Eko B Supriyanto menegaskan, dalam masa krisis saat ini perbankan merupakan jantung perekonomian bangsa. Untuk itu semua pihak perlu menjaga stabilitas, bukan malah membuat efek buruk. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pengamat ekonomi dan perbankan Eko B Supriyanto menegaskan, dalam masa krisis saat ini perbankan merupakan jantung perekonomian bangsa. Untuk itu semua pihak perlu menjaga stabilitas, bukan malah membuat efek buruk terhadap sistem perbankan Indonesia.

Eko menyayangkan pernyataan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna yang mengumumkan nama 7 bank yang tidak diawasi dengan baik oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pernyataan tersebut dinilai terlalu lebay.

"Semua pihak setidaknya harus menjaga agar tidak celometan dalam memberi komentar “miring” mengenai bank. Jangan sampai penyataan disalah persepsikan oleh public. Adalah hak BPK untuk mengumumkan hasil itu, namun harusnya tidak memberi highlight nama 7 bank yang bisa menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat. Apalagi, hasil audit itu tidak terjadi pada tahun 2020. Past performance yang situasi dan kondisinya berubah," ujar Eko dalam keterangannya.

Menurutnya sebuah bank berbeda dengan rumah sakit, atau perusahaan di sektor riil. Pasalnya, kepanikan pada satu bank akan menimbulkan kepanikan pada bank lain. "Pertanyaan yang selalu muncul, bank-bank mana lagi? Tapi, menurut pengalaman krisis 1998 dan 2008, selalu ada yang namanya fligt to quality, dana berpindah ke tempat yang dinilai lebih aman," katanya.

Dia menuturkan, efek pengungkapan nama-nama bank ke publik akan membuat nasabah gelisah, meski kondisi bank-bank yang disebut BPK itu sudah berbeda dari temuan BPK antara tahun 2017-2019. Bisa jadi bank-bank itu tidak seperti yang digambarkan dari temuan BPK.

Persepsi publik inilah yang harus dijaga, karena begitu BPK mengumumkan ketujuh bank tersebut terkait pengawasan OJK, sontak industri perbankan seperti tersulut api. "Bisik-bisik pun muncul ke grup-grup WhatsApp. Para direksi bank yang disebut sibuk menjawab pertanyaan nasabah, dan juga media," tegasnya.

Eko mengakui krisis kali ini berbeda dengan krisis-krisis sebelumnya. Namun yang namanya perilaku pemilik uang tetap sama. "Nasabah memilih bank dengan risiko lebih kecil. Hukum itu berlangsung ketika krisis 1997/1998 lalu, dan tahun 2008. Hal ini, bukan tak mungkin bisa terulang di tahun 2020 jika tidak menjaga suasana confidence di industri perbankan. Situasi memang belum krisis, tapi krisis bisa dipicu dari sini," jelasnya.

Menurut Eko, jangan sampai Covid-19 ini menyerang bank lebih cepat hanya karena “kebanyakan komentar” yang tidak jelas. Persoalan fligft to quality ini sedang menunggu momentum untuk bergerak. Siklus krisis Covid-19, krisis keuangan, krisis sosial dan terakhir krisis politik. "Kita semua harus menjaga agar tidak sampai masuk ke krisis keuangan. Jika toh harus kena, tapi tidak seperti menghancurkan seperti tahun 1998 lalu," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Efek Silicon Valley...
Efek Silicon Valley Bank Bangkrut Tak Terasa ke RI, OJK Minta Jangan Terpengaruh
Industri Perbankan Nasional...
Industri Perbankan Nasional Baik-baik Saja, Tapi Awas Ada Penyakit Dalam
H-2! MNC Bank akan Undi...
H-2! MNC Bank akan Undi e-Voucher Shopee Ratusan Juta Rupiah, Segera Tambah Saldo!
Ssst, Segera Tambah...
Ssst, Segera Tambah Saldo... MNC Bank Siap Undi Pemenang Tabungan Dahsyat Periode ke-4!
Sukses Genjot Tabungan...
Sukses Genjot Tabungan Dahsyat, Dana Murah MNC Bank (BABP) Meroket Hampir Rp1 Triliun!
The Indonesia Economic...
The Indonesia Economic Club Live di iNews Malam Ini Pukul 20.30: Wajah Baru Bank Syariah
Dirut Bank Bjb Yuddy...
Dirut Bank Bjb Yuddy Renaldi Raih Penghargaan Best CEO 2020
BNI Syariah Yakin Pembiayaan...
BNI Syariah Yakin Pembiayaan dan DPK Masih Sokong Pendapatan Perbankan
Triwulan Pertama 2020,...
Triwulan Pertama 2020, Bank Danamon Catat Laba Bersih Rp1,25 Triliun
Rekomendasi
Rakernas XVIII APEKSI...
Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan 10 Rekomendasi untuk Perkuat Pembangunan Perkotaan
TMCR 2026 Satukan Tokoh...
TMCR 2026 Satukan Tokoh Nasional dan Komunitas Otomotif
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Berita Terkini
Said Iqbal Minta Pajak...
Said Iqbal Minta Pajak JHT Dihapus bagi Seluruh Penerima
Sinergi Berkelanjutan,...
Sinergi Berkelanjutan, bank bjb Dukung Percepatan Program Rumah Layak Huni melalui BSPS 2026
Dukung Sekolah Rakyat,...
Dukung Sekolah Rakyat, SIG Pasok Material Konstruksi Ramah Lingkungan di 4 Provinsi
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
bank bjb Perkuat Literasi...
bank bjb Perkuat Literasi Keuangan dan Kewirausahaan bagi Calon Pensiunan Kementerian Agama
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved