Sumber Utang Indonesia Tidak Melulu dari Luar Negeri Saja

Selasa, 22 Desember 2020 - 23:06 WIB
loading...
Sumber Utang Indonesia Tidak Melulu dari Luar Negeri Saja
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemenuhan pembiayaan utang tidak melulu bersumber dari luar negeri. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemenuhan pembiayaan utang tidak melulu bersumber dari luar negeri. Menurut dia, saat ini pembiayaan utang nasional dipenuhi dari dalam negeri.

"Seolah-olah dari luar negeri aja, sebetulnya tidak. Sebagian dari pembiayaan adalah lebih besar dari dalam negeri. Situasi kita ini begitu luar biasa, maka pembiayaan yang dilakukan cukup besar," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (22/12/2020).

(Baca Juga: Sebulan Nambah Rp120 T, per Oktober Utang Pemerintah Capai Rp5.877,71 T )

Dia menjelaskan, sumber pemenuhan pembiayaan utang pemerintah yang berasal dari dalam negeri seperti program burden sharing yang dilakukan Kementerian Keuangan dengan Bank Indonesia. Pada program ini, bank sentral menjadi pembeli siaga atau standby buyer dalam lelang SBN melalui pasar perdana.

"Situasi kita ini begitu luar biasa maka pembiayaan yang dilakuan tahun ini burden sharing luar biasa, itu adalah pengaturan kami, gubernur BI melalui surat kerja sama antara menteri keuangan dan BI," kata dia.

Selain melakukan burden sharing, pemerintah juga melakukan penerbitan surat utang. Di mana, surat utang ini bisa dibeli oleh seluruh masyarakat Indoesia dengan nilai terkecil mulai dari Rp1 juta.

"Ini yang beli masyarakat kita. Rp80 triliun ritel," tandasnya

Total utang pemerintah tercatat kembali meningkat hingga akhir Oktober 2020. Jumlahnya mencapai Rp 5.877,71 triliun atau terjadi peningkatan Rp 1.121,58 triliun jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang totalnya Rp 4.756,13 triliun.

(Baca Juga: Berbagi Beban, BI Borong Surat Utang Pemerintah Rp457 Triliun )

Sementara dibandingkan dengan bulan September terjadi kenaikan Rp 120,84 triliun. Hingga akhir September tahun ini, total utang pemerintah mencapai Rp 5.756,87 triliun. Mengutip data APBN KiTa, dengan total utang pemerintah yang mencapai Rp 5.877,71 triliun ini maka rasionya menjadi 37,84% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Adapun jumlah utang pemerintah yang mencapai Rp 5.877,71 triliun ini terdiri dari surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 5.028,86 triliun dan pinjaman sebesar Rp 848,85 triliun. Jika dilihat lebih detail lagi, total utang pemerintah yang berasal dari SBN terdiri dari SBN domestik sebesar Rp 3.782,69 triliun dan SBN valas sebesar Rp 1.246,16 triliun.

Sementara yang berasal dari pinjaman, terdiri dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp 11,08 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp 837,77 triliun.
(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1819 seconds (10.101#12.26)