Kepedulian BTN Terhadap Perubahan Iklim Diapresiasi Dunia
Rabu, 23 Desember 2020 - 01:27 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Carbon Disclosure Project (CDP) mengapresiasi kinerja Bank BTN terkait perubahan iklim dengan memberikan skor C dalam pengisian kuesioner climate change. Capaian itu mengalami perbaikan dengan raihan sebelumnya.
Pendiri Founder Bumi Global Karbon (BGK), Achmad Deni Daruri, menyatakan skor yang dicapai Bank BTN pada 8 Desember 2020 mengalami kenaikan 4 level menjadi skor C. Sebelumnya pada 2019 BTN memperoleh skor F, yang bermakna tidak merespons. ( Baca juga:Kemendag Sayangkan Ekspor Indonesia ke Finlandia yang Cenderung Menurun )
"Skor C sendiri berarti perusahaan telah memasuki level awareness terkait perubahan iklim, memiliki pemahaman terkait isu perubahan iklim dan dampak yang dihasilkan. Skor C sudah berada di atas rata-rata perusahaan di Asia yang masih memiliki rata-rata skor D," terang Deni, di Jakarta, Selasa (22/12/2020).
CDP sendiri merupakan organisasi independen dengan tingkat kredibilitas tinggi yang memegang koleksi data global terbesar mengenai perubahan iklim, hutan, dan air. CDP lahir pada 2000 dan berpusat di London, Inggris. Platform ini telah digunakan oleh ± 920 institusi pemerintah, ± 515 investor dengan sumber kapital 106 triliun USD dan kurang lebih 8.400 perusahaan di seluruh dunia.
Beberapa faktor yang ditanyakan dalam kuesioner climate change CDP adalah inisiatif pengurangan emisi, perhitungan emisi scope 1, 2 dan 3, pendekatan ke rantai pasok, target, manajemen risiko, pengungkapan peluang, pengungkapan risiko, tata kelola, energi, strategi bisnis dan perencanaan finansial.
Pendiri Founder Bumi Global Karbon (BGK), Achmad Deni Daruri, menyatakan skor yang dicapai Bank BTN pada 8 Desember 2020 mengalami kenaikan 4 level menjadi skor C. Sebelumnya pada 2019 BTN memperoleh skor F, yang bermakna tidak merespons. ( Baca juga:Kemendag Sayangkan Ekspor Indonesia ke Finlandia yang Cenderung Menurun )
"Skor C sendiri berarti perusahaan telah memasuki level awareness terkait perubahan iklim, memiliki pemahaman terkait isu perubahan iklim dan dampak yang dihasilkan. Skor C sudah berada di atas rata-rata perusahaan di Asia yang masih memiliki rata-rata skor D," terang Deni, di Jakarta, Selasa (22/12/2020).
CDP sendiri merupakan organisasi independen dengan tingkat kredibilitas tinggi yang memegang koleksi data global terbesar mengenai perubahan iklim, hutan, dan air. CDP lahir pada 2000 dan berpusat di London, Inggris. Platform ini telah digunakan oleh ± 920 institusi pemerintah, ± 515 investor dengan sumber kapital 106 triliun USD dan kurang lebih 8.400 perusahaan di seluruh dunia.
Beberapa faktor yang ditanyakan dalam kuesioner climate change CDP adalah inisiatif pengurangan emisi, perhitungan emisi scope 1, 2 dan 3, pendekatan ke rantai pasok, target, manajemen risiko, pengungkapan peluang, pengungkapan risiko, tata kelola, energi, strategi bisnis dan perencanaan finansial.
Lihat Juga :