Jokowi Lantik Hartono Sebagai Kepala Badan Restorasi Gambut & Mangrove
Rabu, 23 Desember 2020 - 20:11 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Menteri KKP Baru Ungkap Keinginan Jokowi Soal Ekspor Benih Lobster
Di masa tugas itu, BRG juga melakukan pendampingan dan penguatan kelembagaan terhadap 640 Desa Peduli Gambut (DPG). Luasan lahan gambut di desa itu mencapai 4,6 juta hektare, dengan total area seluas 1,4 juta hektare masuk ke target area restorasi gambut. Dari program dan kegiatan revitalisasi ekonomi yang digelar, terdapat 2.295 kelompok masyarakat (Pokmas) dengan sekitar 118.576 orang yang terlibat dalam kegiatan padat karya. Tak hanya pendampingan, BRG juga melakukan upaya pemanfaatan sains dan telnologi dalam pemantauan area gambut.
Melihat berbagai upaya yang dilakukan BRG, Pemerintah memandang upaya percepatan restorasi gambut perlu dilanjutkan. Salah satu pertimbangannya adalah karena Pemerintah telah menetapkan kebijakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan secara permanen termasuk di areal gambut. Di samping itu, Pemerintah juga telah menetapkan kebijakan pemulihan mangrove melalui rehabilitasi. Diperlukan percepatan implementasi pelaksanaannya sehingga BRG diberikan tambahan tugas untuk ini. Presiden pun memutuskan BRG menjadi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove.
Di masa perpanjangan ini, Presiden Jokowi menunjuk nahkoda baru. Sosok Hartono menjadi pilihannya.
Pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur ini sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris BRG. Pak Har, sapaannya, dikenal sebagai birokrat karir. Sebelum bergabung dengan BRG, Pak Har bertugas di
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Di masa tugas itu, BRG juga melakukan pendampingan dan penguatan kelembagaan terhadap 640 Desa Peduli Gambut (DPG). Luasan lahan gambut di desa itu mencapai 4,6 juta hektare, dengan total area seluas 1,4 juta hektare masuk ke target area restorasi gambut. Dari program dan kegiatan revitalisasi ekonomi yang digelar, terdapat 2.295 kelompok masyarakat (Pokmas) dengan sekitar 118.576 orang yang terlibat dalam kegiatan padat karya. Tak hanya pendampingan, BRG juga melakukan upaya pemanfaatan sains dan telnologi dalam pemantauan area gambut.
Melihat berbagai upaya yang dilakukan BRG, Pemerintah memandang upaya percepatan restorasi gambut perlu dilanjutkan. Salah satu pertimbangannya adalah karena Pemerintah telah menetapkan kebijakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan secara permanen termasuk di areal gambut. Di samping itu, Pemerintah juga telah menetapkan kebijakan pemulihan mangrove melalui rehabilitasi. Diperlukan percepatan implementasi pelaksanaannya sehingga BRG diberikan tambahan tugas untuk ini. Presiden pun memutuskan BRG menjadi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove.
Di masa perpanjangan ini, Presiden Jokowi menunjuk nahkoda baru. Sosok Hartono menjadi pilihannya.
Pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur ini sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris BRG. Pak Har, sapaannya, dikenal sebagai birokrat karir. Sebelum bergabung dengan BRG, Pak Har bertugas di
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
(nng)
Lihat Juga :