Petani Tembakau Ingin Duduk Bareng dengan Kementeriannya Airlangga, Sri Mulyani, Dll
Rabu, 23 Desember 2020 - 21:45 WIB
loading...
A
A
A
“Dan dampak itu terjadi, kembali kita rasakan pada tahun 2020. Di samping pandemi yang penuh dengan protokol kesehatan, kemudian dihantam cukai yang begitu tinggi. Sehingga hasil dari kami mengalami kerugian dikarenakan harga yang kurang kompetitif,” sambung dia.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian Atong Soekirman menambahkan bahwa memang industri pengolahan tembakau mengalami penurunan utilisasi selama pandemi berlangsung. ( Baca juga:Bermain Ikan Cupang 2 Balita Kakak Beradik Tercebur dalam Septic Tank, 1 Tewas )
Sampai dengan November 2020, utilisasi industri pengolahan tembakau tercatat tumbuh 57,5%, lebih rendah dibandingkan sebelum Covid yang 66%.
“Kondisi pandemi berpengaruh pada IHT, berdampak pada the weakest link industri, yaitu pekerja buruh rokok, petani tembakau, dan pedagang retail,” papar dia.
Sementara, laju pertumbuhan ekspor tembakau olahan secara tahunan pada kuartal III-2020 juga mencatatkan penurunan mencapai minus 26,3%. Begitu juga dengan impor yang minus 7,5%.
Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian Atong Soekirman menambahkan bahwa memang industri pengolahan tembakau mengalami penurunan utilisasi selama pandemi berlangsung. ( Baca juga:Bermain Ikan Cupang 2 Balita Kakak Beradik Tercebur dalam Septic Tank, 1 Tewas )
Sampai dengan November 2020, utilisasi industri pengolahan tembakau tercatat tumbuh 57,5%, lebih rendah dibandingkan sebelum Covid yang 66%.
“Kondisi pandemi berpengaruh pada IHT, berdampak pada the weakest link industri, yaitu pekerja buruh rokok, petani tembakau, dan pedagang retail,” papar dia.
Sementara, laju pertumbuhan ekspor tembakau olahan secara tahunan pada kuartal III-2020 juga mencatatkan penurunan mencapai minus 26,3%. Begitu juga dengan impor yang minus 7,5%.
(uka)
Lihat Juga :