Hugaf Dukung Startup Siasati Bisnis di Masa Pandemi

loading...
Hugaf Dukung Startup Siasati Bisnis di Masa Pandemi
Hugaf yang merupakan jasa pembuatan aplikasi android mendukung adanya startup yang dapat mengatasi kedaan pademi seperti saat ini. Foto/Dok
JAKARTA - Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-II terjadi sebanyak -5.32%, kemudian disusul pertumbuhan ekonomi dari kuartal II-III 2020 -3,49%, menjadikan Indonesia resmi mengalami resesi. Sejak Covid-19 mulai menginfeksi Indonesia, pun demikian dengan kegiatan ekonomi dan jual beli yang kian lesu.

(Baca Juga: Startup Menjadi Enabler Sekaligus Agregator Bagi UMKM )

Banyak restoran dan pusat perbelanjaan yang tutup akibat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), banyaknya karyawan yang harus rela gaji bulanannya dipotong dan bahkan tak sedikit yang dirumahkan. Hugaf yang merupakan jasa pembuatan aplikasi android mendukung adanya startup yang dapat mengatasi kedaan pademi seperti saat ini.

Efek lain yang muncul sejak adanya pandemi ini yakni dengan diterapkannya PSBB, maka hampir semua kegiatan akan dilakukan secara remote dari rumah masing-masing, yang mana berdampak pada penggunaan internet dan gadget meningkat dari sebelumnya. "Pandemi Covid-19 mendorong pelaku usaha untuk mencari alternatif lain, salah satunya beralih ke digital dengan ketepatan membaca peluang dan planning bisnis yang jelas," ungkap Pendiri dan CEO Hugaf, Dimas Nur Panca.



Kondisi ini dilihat sebagai peluang emas oleh pelaku startup untuk lebih dekat dengan pangsa pasar mereka yang juga mayoritas usia produktif. Di Indonesia, jenis startup yang didirikan meliputi bidang properti, perdagangan, game, dan finansial, dan lain-lain.

Demi meningkatkan kualitas service tak jarang mereka menggunakan aplikasi berbasis android dan iOS. Aplikasi ini dinilai memiliki beberapa nilai lebih seperti meningkatkan customer experience, memiliki nilai kepraktisan dan memberi value yang terukur. Dari sisi customer, mereka akan mendapatkan engagement yang lebih dekat dengan brand yang mereka konsumsi pada saat mereka melakukan customer journey.

(Baca Juga: Teropong BEI: Tahun Depan Bakal Ramai Startup Melantai di Bursa RI )

Sedangkan dari sisi startup, analysis mengenai proses bisnis seperti pemesanan dan pembayaran juga lebih terukur. "Aplikasi mobile membuka dimensi dan peluang-peluang baru, selain berinvestasi beberapa klien kami melihat potensi yang sangat besar dengan adanya peningkatan penggunaan smartphone di masa pandemi ini," ungkap Emir Aprian Ambiar, Co-Founder Hugaf.

Mengerti bahwa kebutuhan startup mungkin saja tidak berhenti di pembuatan aplikasi android dan iOS. Startup mungkin tak hanya berhenti di pembuatan aplikasi namun juga kebutuhan pembuatan website, digital marketing, dan content marketing dalam perjalanannya. Untuk itu Hugaf menawarkan jasa konsultasi gratis mengenai konsep hingga strategi pemasaran yang akan dibutuhkan masing-masing bisnis. Berdiri sejak tahun 2013, Hugaf sudah membantu ratusan usaha UMKM dan startup dalam menjalankan bisnisnya.
(akr)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top