Ini Tiga Perubahan Perilaku Konsumen Akibat Pandemi Covid-19
Senin, 28 Desember 2020 - 22:14 WIB
loading...
A
A
A
"Dari sumber yang sama tercatat rata-rata penggunaan internet masyarakat Indonesia pada bulan Januari 2020 sebesar 4 jam 45 menit dalam satu hari menggunakan perangkat mobile," katanya.
Baca Juga: Joss, THR dan Gaji ke-13 PNS 2021 Dibayar Full Meski di Tengah Pandemi
Hal ini selaras dengan hasil survei yang dilakukan oleh Alvara Research Center pada 2019, mayoritas masyarakat Indonesia mengakses internet 4-6 jam dalam satu hari. "Adanya pandemi mempercepat digitalisasi kehidupan kita. Ketika akses komunikasi fisik semakin terbatas maka alternatifnya adalah beralih kepada komunikasi secara online," tuturnya.
Sementara dari sisi social impact, menurut Hasan, kehidupan sosial masyarakat dunia termasuk Indonesia berubah drastis di kala pandemi. Mobilitas penduduk antarnegara berkurang sangat signifikan. Banyak destinasi wisata menutup pintu bagi wisatawan yang akan berkunjung. "Silaturahmi dengan keluarga dan kerabat pun menjadi sangat terbatas. Perayaan hari besar keagaaman dilakukan secara terbatas, dan hanya bisa dilakukan melalui media online," tuturnya.
Menurut Hasan, kebutuhan akan wisata di masa pandemi ini sebenarnya tidaklah luntur. Kejenuhan selama pembatasan sosial adalah penyebabnya. Survei yang dilakukan Alvara Research Center menyebutkan, aktivitas yang paling diinginkan publik saat new normal adalah berwisata. "Namun karena masih ada kekawatiran tertular Covid-19 maka mereka lebih selektif dalam menentukan aktivitas dan destinasi wisata yang akan mereka kunjungi," katanya.
Baca Juga: Joss, THR dan Gaji ke-13 PNS 2021 Dibayar Full Meski di Tengah Pandemi
Hal ini selaras dengan hasil survei yang dilakukan oleh Alvara Research Center pada 2019, mayoritas masyarakat Indonesia mengakses internet 4-6 jam dalam satu hari. "Adanya pandemi mempercepat digitalisasi kehidupan kita. Ketika akses komunikasi fisik semakin terbatas maka alternatifnya adalah beralih kepada komunikasi secara online," tuturnya.
Sementara dari sisi social impact, menurut Hasan, kehidupan sosial masyarakat dunia termasuk Indonesia berubah drastis di kala pandemi. Mobilitas penduduk antarnegara berkurang sangat signifikan. Banyak destinasi wisata menutup pintu bagi wisatawan yang akan berkunjung. "Silaturahmi dengan keluarga dan kerabat pun menjadi sangat terbatas. Perayaan hari besar keagaaman dilakukan secara terbatas, dan hanya bisa dilakukan melalui media online," tuturnya.
Menurut Hasan, kebutuhan akan wisata di masa pandemi ini sebenarnya tidaklah luntur. Kejenuhan selama pembatasan sosial adalah penyebabnya. Survei yang dilakukan Alvara Research Center menyebutkan, aktivitas yang paling diinginkan publik saat new normal adalah berwisata. "Namun karena masih ada kekawatiran tertular Covid-19 maka mereka lebih selektif dalam menentukan aktivitas dan destinasi wisata yang akan mereka kunjungi," katanya.
Lihat Juga :