Mutasi Covid Masih Misterius, Larang WNA Masuk ke Indonesia Dinilai Tepat
Selasa, 29 Desember 2020 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Waketum DPP Asita Indonesia Budijanto Ardiansjah justru menyarankan larangan masuknya WNA sebaiknya dilakukan minimal untuk sebulan. Namun yang terpenting dibutuhkan evaluasi dan kebijakan yang terukur sehingga masyarakat ada kejelasan.
"Langkah yang tepat menutup akses WNA. Karena sekarang wisawatan asing masih sepi dan lebih banyak menggunakan visa pekerja. Idealnya sebulan dilarang masuk tapi kita tunggu hasil evaluasi dulu," ujar Budijanto.
(Baca Juga: Ramalan ADB: Sektor Pariwisata Masih Sempoyongan Tahun Depan )
Berikutnya dia juga mengingatkan agar pemerintah betul-betul tegas menutup seluruh akses atau tidak hanya sebatas di Soekarno Hatta saja. Karena itu Pemda juga harus mau bekerjasama menerapkan larangan WNA masuk.
"Pemerintah jangan seperti dahulu yang anggap enteng saat awal mula pandemi. Kita tidak boleh banyak pengecualian lalu akhirnya banyak pelonggaran dan yang tidak disiplin. Semua bandara harus dikontrol ketat oleh pemerintah," tegasnya.
"Langkah yang tepat menutup akses WNA. Karena sekarang wisawatan asing masih sepi dan lebih banyak menggunakan visa pekerja. Idealnya sebulan dilarang masuk tapi kita tunggu hasil evaluasi dulu," ujar Budijanto.
(Baca Juga: Ramalan ADB: Sektor Pariwisata Masih Sempoyongan Tahun Depan )
Berikutnya dia juga mengingatkan agar pemerintah betul-betul tegas menutup seluruh akses atau tidak hanya sebatas di Soekarno Hatta saja. Karena itu Pemda juga harus mau bekerjasama menerapkan larangan WNA masuk.
"Pemerintah jangan seperti dahulu yang anggap enteng saat awal mula pandemi. Kita tidak boleh banyak pengecualian lalu akhirnya banyak pelonggaran dan yang tidak disiplin. Semua bandara harus dikontrol ketat oleh pemerintah," tegasnya.
(akr)
Lihat Juga :