Dear Investor Pemula, Simak Inspirasi Memilih Reksa Dana dari MNC Asset Management

Rabu, 30 Desember 2020 - 11:09 WIB
loading...
Dear Investor Pemula,...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Seiring maraknya perluasan literasi keuangan yang dilakukan berbagai kalangan, praktik investasi semakin dikenal dan dilakukan oleh para milenial.

Salah satu produk investasi yang dapat dipilih milenial sebagai investor pemula adalah reksa dana pasar uang. Ini merupakan jenis reksa dana dengan kategori yang memberikan tingkat pengembalian menarik dengan risiko serendah mungkin, serta tetap mempertahankan nilai modal investasi dan menjaga kestabilan likuiditas.

Menurut Chief Marketing Officer MNC Asset Management Dimas Aditia Ariadi, alokasi investasi reksa dana pasar uang adalah 100% pada efek utang atau instrumen pasar uang yang jatuh tempo kurang dari 1 tahun.

"Dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya, reksa dana pasar uang memiliki risiko yang paling kecil," ujarnya di Jakarta, Selasa (29/12/2020).

(Baca juga: Kemenparekraf Perluas Program Bantuan Pariwisata )

Oleh sebab itu, seiring dengan risikonya yang kecil, imbal hasil yang diberikan juga lebih kecil dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya. Namun reksa dana pasar uang tetap menarik karena kisaran indikasi imbal hasilnya 1-2% di atas bunga deposito bank.

Dengan tingkat risiko yang kecil tersebut, reksa dana ini tentunya sangat cocok untuk investor konvensional yang baru memulai investasi di pasar modal.

Senyatanya, walaupun imbal hasil yang diberikan relatif rendah, namun relatif stabil. "Kestabilan hasil investasi itu penting karena mendatangkan ketenangan secara psikologis bagi investor. Investor pun nyaman," papar Dimas Aditia.

(Baca juga: Investor Masih Khawatir Bakal Ada Pembatasan Kembali )

Karena imbal hasilnya yang stabil itulah, tak mengherankan reksa dana pasar uang ini kerap digunakan para investor retail maupun institusi sebagai alat cash management atau tempat parkir uang jangka pendek pengganti giro dan deposito. Dengan kata lain, reksa dana ini sangat likuid.

Tak hanya likuid, reksa dana pasar uang ini juga sangat fleksibel. Investor bisa berinvestasi dan menarik dananya kapan pun dan di mana pun. Apalagi, saat ini investasi reksa dana sudah serba online dengan gadget di genggaman tangan.

Menariknya lagi, imbal hasil reksa dana pasar uang ini bisa dengan cepat dicairkan, yakni dalam kurun waktu T+1. Ini artinya investor tak perlu lama-lama menunggu dananya cair. Hanya dalam kurun waktu T+1 dana sudah ada di rekening bank milik investor.

Dari banyak reksa dana pasar uang yang saat ini ada, salah satu reksa dana pasar uang yang menarik adalah MNC Dana Lancar dari MNC Asset Management.

"Adapun nasabah dapat menikmati MNC Dana Lancar melalui aplikasi MNC Duit yang dapat diunduh melalui google play secara gratis," kata Dimas Aditia.

(Baca juga: Bank Indonesia Sebut Suku Bunga Kredit Melandai )

Adapun keuntungan dari reksa dana ialah indikasi imbal hasil yang optimal dibandingkan dengan tabungan konvensional dan deposito, kemudian imbal hasil dari reksa dana bukan merupakan objek pajak dan investasi reksa dana pasar uang bebas biaya administrasi bulanan.

Selain itu, reksa dana pasar uang dapat dicarikan kapan pun dengan proses pencairan hanya 1 hari bursa (T+1) dan investasi sangat murah mulai dari Rp100.000 tanpa ada biaya pembelian maupun biaya penjualan.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Menakar Efek di Balik...
Menakar Efek di Balik Isu Pergantian Menkeu, Awas! Ganggu Kepercayaan Publik dan Investor
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Tips MotionTrade: Begini...
Tips MotionTrade: Begini Mekanisme Transaksi ETF di Pasar Modal
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Fenomena Rupiah Melemah...
Fenomena Rupiah Melemah dan Dilema Impossible Trinity: Membaca Kepanikan Investor di Tengah Ketidakpastian Global
Kota Bontang Buktikan...
Kota Bontang Buktikan Daya Tarik Investasi, Sinyal Positif bagi Investor Baru
Rekomendasi
Kejati DKI Tahan 3 Tersangka...
Kejati DKI Tahan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Kementerian PU
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Menembus Lima Abad Sejarah...
Menembus Lima Abad Sejarah Jakarta dari Kamar House of Tugu di Kota Tua
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Berbalik...
IHSG Sesi Siang Berbalik Meroket 2,69% Tembus Level 6.041
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved