Cegah Transmisi Covid-19, BI Minta Masyarakat Tidak Tukar Uang Pinggir Jalan
Kamis, 14 Mei 2020 - 15:46 WIB
loading...
Kepala Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Herawanto. Foto/Dok.
A
A
A
BANDUNG - Bank Indonesia (BI) kantor Perwakilan Jawa Barat meminta masyarakat tidak menukarkan uang di pinggir jalan yang biasanya marak terjadi jelang Lebaran. Larangan ini untuk menghindari terjadinya transmisi virus corona (Covid-19).
Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengedaran Uang Rupiah (SP PUR) BI Jabar Syafii mengakui, di Bandung masih ditemukan beberapa orang yang menawarkan penukaran uang di pinggir jalan. Walaupun secara jumlah, sekarang jauh berkurang dibandingkan tahun lalu.
"Memang di Bandung masih ada orang yang menawarkan penukaran uang tapi jumlahnya sedikit sekali karena ada PSBB. Tetapi kami tetap mengimbau kepada masyarakat agar menukar uang baru ke bank," kata dia pada press conference via zoom meeting di Bandung, Kamis (14/5/2020).
Menurut dia, menukar uang di pinggir jalan menimbulkan beberapa risiko. Risiko pertama soal keaslian uang atau menghindari adanya uang palsu. Namun yang paling penting adalah menghindari risiko terjadinya transmisi Covid-19 melalui interaksi penukaran uang di pinggir jalan.
"Menukar uang di pinggir jalan risikonya terpapar virus peluangnya lebih besar karena penukaran di pinggir jalan transaksinya berdekatan sekali. Beda dengan bank yang sudah menerapkan protokol kesehatan," beber Syafii.
Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengedaran Uang Rupiah (SP PUR) BI Jabar Syafii mengakui, di Bandung masih ditemukan beberapa orang yang menawarkan penukaran uang di pinggir jalan. Walaupun secara jumlah, sekarang jauh berkurang dibandingkan tahun lalu.
"Memang di Bandung masih ada orang yang menawarkan penukaran uang tapi jumlahnya sedikit sekali karena ada PSBB. Tetapi kami tetap mengimbau kepada masyarakat agar menukar uang baru ke bank," kata dia pada press conference via zoom meeting di Bandung, Kamis (14/5/2020).
Menurut dia, menukar uang di pinggir jalan menimbulkan beberapa risiko. Risiko pertama soal keaslian uang atau menghindari adanya uang palsu. Namun yang paling penting adalah menghindari risiko terjadinya transmisi Covid-19 melalui interaksi penukaran uang di pinggir jalan.
"Menukar uang di pinggir jalan risikonya terpapar virus peluangnya lebih besar karena penukaran di pinggir jalan transaksinya berdekatan sekali. Beda dengan bank yang sudah menerapkan protokol kesehatan," beber Syafii.
Lihat Juga :