Masih Wacana di Indonesia, The Fed Sudah Cetak Uang untuk Atasi Krisis Covid-19
Kamis, 14 Mei 2020 - 15:55 WIB
loading...
A
A
A
"Seperti kita semua memiliki rekening di bank, begitulah dengan semua bank lain memiliki rekening di The Fed," kata Ekonom Bard College Pavlina Tcherneva di New York, Kamis (14/5/2020).
Pada saat krisis, The Fed justru melakukan pembelian aset besar di pasar terbuka dengan menambahkan dolar elektronik yang baru dibuat ke cadangan bank seperti Wells Fargo, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley. Sebagai gantinya, The Fed menerima sejumlah besar obligasi - surat berharga dari Departemen Keuangan AS dan surat berharga agensi yang didukung oleh rangkaian kredit kepemilikan rumah.
Alhasil, pasar yang tadinya terhambat, mulai mengalir lagi dengan lancar. Bank mendapatkan lebih banyak dolar sebagai cadangan dan cenderung untuk meminjamkan uang tanpa rasa khawatir akan menghabiskan dana mereka akibat menjalankan bank dalam situasi panik. Pembelian sekuritas secara besar-besaran oleh The Fed juga secara efektif meningkatkan jumlah uang beredar dan menurunkan suku bunga. Ini membuat biaya pinjaman tetap murah bagi mereka yang membutuhkannya.
"Jika The Fed tidak mengambil langkah-langkah darurat ini dan lainnya, sistem pastinya sudah meledak, dan pasar akan jatuh hingga 10 kali lipat," ujar Ekonom University of Oregon Tim Duy.
Menurut Oxford Economics, sejak pertengahan Maret, The Fed telah membeli sebanyak USD1,4 triliun dalam kas negaranya, yang merupakan sebagian besar dari USD1,6 triliun total kas yang dikeluarkan selama periode itu, untuk mencairkan pasar yang telah membeku karena krisis saat ini. Meski demikian, The Fed tidak membeli sekuritas langsung dari Departemen Keuangan AS. Sebaliknya, pihak The Fed membeli surat berharga yang diterbitkan sebelumnya melalui bank umum.
Selanjutnya, The Fed mencetak dolar untuk membeli utang pemerintah dalam bentuk sekuritas yang sebelumnya diterbitkan oleh Departemen Keuangan AS. Departemen Keuangan kemudian membayar The Fed dengan utang bunga dari sekuritas tersebut. Ketika gilirannya tiba, The Fed diwajibkan secara hukum untuk mengembalikannya ke Depkeu AS dengan keuntungan yang dihasilkan dari Depkeu AS atas sekuritas ini.
Pada saat krisis, The Fed justru melakukan pembelian aset besar di pasar terbuka dengan menambahkan dolar elektronik yang baru dibuat ke cadangan bank seperti Wells Fargo, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley. Sebagai gantinya, The Fed menerima sejumlah besar obligasi - surat berharga dari Departemen Keuangan AS dan surat berharga agensi yang didukung oleh rangkaian kredit kepemilikan rumah.
Alhasil, pasar yang tadinya terhambat, mulai mengalir lagi dengan lancar. Bank mendapatkan lebih banyak dolar sebagai cadangan dan cenderung untuk meminjamkan uang tanpa rasa khawatir akan menghabiskan dana mereka akibat menjalankan bank dalam situasi panik. Pembelian sekuritas secara besar-besaran oleh The Fed juga secara efektif meningkatkan jumlah uang beredar dan menurunkan suku bunga. Ini membuat biaya pinjaman tetap murah bagi mereka yang membutuhkannya.
"Jika The Fed tidak mengambil langkah-langkah darurat ini dan lainnya, sistem pastinya sudah meledak, dan pasar akan jatuh hingga 10 kali lipat," ujar Ekonom University of Oregon Tim Duy.
Menurut Oxford Economics, sejak pertengahan Maret, The Fed telah membeli sebanyak USD1,4 triliun dalam kas negaranya, yang merupakan sebagian besar dari USD1,6 triliun total kas yang dikeluarkan selama periode itu, untuk mencairkan pasar yang telah membeku karena krisis saat ini. Meski demikian, The Fed tidak membeli sekuritas langsung dari Departemen Keuangan AS. Sebaliknya, pihak The Fed membeli surat berharga yang diterbitkan sebelumnya melalui bank umum.
Selanjutnya, The Fed mencetak dolar untuk membeli utang pemerintah dalam bentuk sekuritas yang sebelumnya diterbitkan oleh Departemen Keuangan AS. Departemen Keuangan kemudian membayar The Fed dengan utang bunga dari sekuritas tersebut. Ketika gilirannya tiba, The Fed diwajibkan secara hukum untuk mengembalikannya ke Depkeu AS dengan keuntungan yang dihasilkan dari Depkeu AS atas sekuritas ini.
Lihat Juga :