Impor Tinggi, Perajin Tempe-Tahu Minta Produksi Kedelai Lokal Digenjot
Kamis, 31 Desember 2020 - 18:07 WIB
loading...
A
A
A
"Harga kedelai impor itu sekarang sekitar Rp9.000 per kilogram (kg). Jadi ini momentum untuk menanam kedelai lokal sehingga dengan kedelai lokal ditanam dan dibeli, petani lokal jadi lebih sejahtera," ungkapnya.
Menurut dia, kenaikan harga kedelai impor yang hampir 50% dalam beberapa bulan terakhir disebabkan meredanya perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS). Saat ini ekonomi China sudah memasuki tahap pemulihan sehingga kembali memborong kedelai dari AS.
(Baca Juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Genjot Produksi Kedelai di Sulawesi Barat)
"China pembeli terbesar kedelai di dunia karena dia membeli dengan kualitas grade 1, grade 2, grade 3, grade 4. Jadi China pesan kedelai ke AS sekitar 90 juta ton lebih. Akibatnya stok kedelai jadi susah dan menipis. Jadi kenaikan harga kedelai ini bukan di Indonesia tetapi karena Indonesia mengikuti perdagangan internasional," jelasnya.
Menurut dia, kenaikan harga kedelai impor yang hampir 50% dalam beberapa bulan terakhir disebabkan meredanya perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS). Saat ini ekonomi China sudah memasuki tahap pemulihan sehingga kembali memborong kedelai dari AS.
(Baca Juga: Mentan Syahrul Yasin Limpo Genjot Produksi Kedelai di Sulawesi Barat)
"China pembeli terbesar kedelai di dunia karena dia membeli dengan kualitas grade 1, grade 2, grade 3, grade 4. Jadi China pesan kedelai ke AS sekitar 90 juta ton lebih. Akibatnya stok kedelai jadi susah dan menipis. Jadi kenaikan harga kedelai ini bukan di Indonesia tetapi karena Indonesia mengikuti perdagangan internasional," jelasnya.
(fai)
Lihat Juga :