Ekonom Sebut PSBB Jakarta Justru untuk Pemulihan Ekonomi

Selasa, 05 Januari 2021 - 01:01 WIB
loading...
Ekonom Sebut PSBB Jakarta...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PSBB Jakarta resmi diperpanjang mulai Senin 4 Januari 2020 hingga 17 Januari 2021 lantaran lonjakan kasus baru pasien positf virus Covid-19 masih terus meningkat di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta. Pemprov DKI fokus menekan penambahan kasus Covid-19, satu di antaranya akibat libur Natal dan Tahun Baru 2021. ( Baca juga:Dana PEN 2021 Naik Jadi Rp403 Triliun, Simak Kegunaannya )

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah menilai PSBB yang diperpanjang itu justru untuk mendukung pemulihan ekonomi . "Yang dikhawatirkan oleh pelaku ekonomi adalah jika pemda DKI atau pemerintah mengambil kebijakan rem darurat, mencabut PSBB transisi, memperketat PSBB, sehingga aktivitas ekonomi benar-benar dihentikan bahkan tidak hanya dibatasi," jelas Piter saat dihubungi di Jakarta, Senin (4/1/2021).

(Baca Juga : Bio Farma Sesumbar Vaksin Sinovac Mampu Melumpuhkan Covid-19 )

Menurut dia, jika hal tersebut dilakukan malah akan menganggu proses recovery economi. Sebenarnya pada masa PSBB, transmisi perekonomian sudah bergerak kembali walaupun masih sangat terbatas.

(Baca Juga : PSBB Transisi DKI Jakarta Diperpanjang, Pengelola Mal: Lebih Baik Daripada Diperketat )

Penyaluran kredit pun mulai tumbuh terutama dengan dorongan likuiditas dari pemerintah. "Untuk kredit saya kira walaupun ada tekanan meningkat tapi rasio NPL akan bisa diredam dengan kebijakan restrukturisasi kredit," papar dia. ( Baca juga:Momen Gempi Malu-malu Terima Panggilan Video Agnez Mo, Idolanya )

Dengan demikian, memang penanggulangan wabah harus diutamakan sehingga diharapkan dengan pengetatan PSBB ini jumlah kasus covid benar-benar bisa melandai.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketiga Kalinya, Para...
Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
Harga Tembaga Meroket,...
Harga Tembaga Meroket, Sering Jadi Pertanda bagi Perekonomian
Pengamat Ekonomi Pertanyakan...
Pengamat Ekonomi Pertanyakan Skema Bantuan bagi Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Bencana Sumatera
BI Rate Turun, Ekonom...
BI Rate Turun, Ekonom Sebut Kebijakan Fiskal dan Moneter Satu Arah Dorong Pemulihan Ekonomi
APPI Optimistis Multifinance...
APPI Optimistis Multifinance Mampu Mendongkrak Perekonomian Nasional
Pupuk Kaltim Berkontribusi...
Pupuk Kaltim Berkontribusi Positif terhadap Perekonomian Nasional
Ketidakpastian Yang...
Ketidakpastian Yang Pasti
Menkop Ferry Buka Munas...
Menkop Ferry Buka Munas dan Silatnas 2025 Perhimpunan BMT Indonesia
Bunyi Pasal 33 UUD 1945...
Bunyi Pasal 33 UUD 1945 yang Kerap Disebut Prabowo saat Pidato
Rekomendasi
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved