Pendapatan Boleh Seret, tapi Optimisme Tetap Membeludak

Selasa, 05 Januari 2021 - 16:43 WIB
loading...
Pendapatan Boleh Seret,...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Krisis ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 berdampak pada kondisi keuangan keluarga dan pribadi. Riset yang dilakukan oleh Inventure-Alvara pada 1.121 orang yang tersebar di seluruh Indonesia terungkap, mayoritas merespons bahwa pendapatan mereka berkurang selama pandemi namun di sisi yang lain pengeluaran mereka meningkat.

"Dengan adanya penurunan pendapatan, dampaknya, yaitu jumlah anggaran yang digunakan untuk tabungan serta investasi ikut berkurang," kata Pakar Marketing Yuswohady di Jakarta, Selasa (5/1/2021). ( Baca juga:Unicorn Bisa Jadi Semena-mena, Ayo Pemerintah Semangat Ngatur di Tahun Baru )

Meskipun dari sisi pendapatan berkurang, menariknya, optimisme masyarakat Indonesia justru besar bahwa ekonomi akan segera pulih. Sebanyak 51,4% menjawab ekonomi pulih pada akhir 2021.

Disisi lain, adopsi digital yang masif selama pandemi, khususnya untuk aktivitas keuangan menjadikan kantor cabang kurang relevan lagi. Terutama dengan mobilitas masyarakat yang terbatas karena khawatir tertular virus dari kerumunan.

"Pandemi melahirkan pola ekonomi baru, yaitu contactless economy," sebut Yuswo. ( Baca juga:Wilayah di India Larang Sekolah Islam, Oposisi Sebut untuk Musnahkan Muslim )

Untuk mengejar transformasi digital yang begitu cepat di masa pandemi ini, kehadiran digital branch menjadi sangat penting karena nasabah dapat melakukan transaksi perbankan secara digital, self service, dan minim sentuhan.

"Berdasarkan studi, besar 68,5% responden setuju jika kantor cabang bank pada umumnya harus melakukan transformasi menjadi digital branch," imbuh dia.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Perundingan AS dan Iran...
Perundingan AS dan Iran Terhenti, Dunia Akan Terus Terguncang
Rekomendasi
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved