Manufaktur Diprediksi Terus Menggeliat Naik hingga Imlek

Selasa, 05 Januari 2021 - 18:22 WIB
loading...
Manufaktur Diprediksi...
Geliat industri manufaktur di dalam negeri diyakini terus bangkit menembus fase ekspansif. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Geliat industri manufaktur di dalam negeri terus berupaya bangkit menembus fase ekspansif. Pada Desember 2020, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia tercatat di level 51,3 atau naik dibanding capaian bulan sebelumnya yang berada di posisi 50,6.

Peningkatan indeks ini didukung adanya pertumbuhan pesanan baru, yang mengacu ekspansi solid pada output. Kenaikan ini merupakan tercepat kedua dalam sejarah survei selama hampir 10 tahun.

(Baca Juga: Jalan Masih Panjang, PMI Manufaktur Menunjukkan Terus Berupaya Ekspansif)

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, peningkatan PMI manufaktur di Desember disebabkan oleh proyeksi permintaan pasar domestik jangka pendek yang diperkirakan masih akan terus naik hingga Imlek.

"Pasca Imlek kita masih harus lihat lagi apakah akan ekspansi kinerja atau tidak karena tidak ada driver demand yang cukup besar di level nasional hingga Ramadan dan Lebaran," ujarnya ketika dihubungi, Selasa (5/1/2021).

Meskipun demikian, lanjut Shinta, ini tidak berarti tidak akan ada ekspansi kinerja pasca Imlek. Menurut dia, ekspansi kinerja industri pasca Imlek tidak bisa bergantung pada demand pasar domestik.

(Baca Juga: Daya Saing Manufaktur Indonesia Ungguli India dan Vietnam)

Pendorong ekspansi kinerja manufaktur dalam rangka pemulihan ekonomi harus dari sisi suplai seperti perbaikan iklim usaha dan investasi yang signifikan, inbound investasi di industri manufaktur, kemudahan kredit usaha, hingga dari permintaan eksternal seperti peningkatan permintaan ekspor untuk produk manufaktur nasional.

"Kalau faktor-faktor pendukung ini tidak ada dan kita hanya bergantung pada demand pasar domestik, kemungkinan ekspansi di industri manufaktur akan terjadi secara lambat atau peningkatannya tidak signifikan sepanjang 2021. Apalagi bila proses pengendalian pandemi dan normalisasi ekonomi berjalan lambat atau butuh waktu lebih dari tengah tahun 2021. Akan lebih sulit mendongkraknya," jelas Shinta.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
Pertumbuhan Industri...
Pertumbuhan Industri dan Kontraksi Listrik Dinilai Masih Rasional
Rupiah Berantakan Sentuh...
Rupiah Berantakan Sentuh Rp17.500, Pengusaha Cemaskan Kelangsungan Bisnis
Pengusaha Diminta Tak...
Pengusaha Diminta Tak Usah Was-was Soal Pemeriksaan WP Tax Amnesty Jilid II
Krisis Nafta Landa Jepang,...
Krisis Nafta Landa Jepang, Sektor Konstruksi dan Manufaktur Mulai Lumpuh
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Syaiful Huda Ajak Masyarakat...
Syaiful Huda Ajak Masyarakat Sipil Kawal Percepatan Pembahasan RUU Pekerja GIG
Larangan Truk Sumbu...
Larangan Truk Sumbu 3 saat Momen Lebaran Berpotensi Ganggu Industri Manufaktur
Rekomendasi
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved