BOII Tegaskan Tak Terkait Perkara Mantan Karyawan Bank Swadesi
Kamis, 07 Januari 2021 - 06:47 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: Penerapan Pasal Tipibank dalam Kasus Bank Swadesi Dinilai Prematur )
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa pada tanggal 11 Februari 2011 telah dilaksanakan lelang hak tanggungan atas jaminan kredit PT Ratu Kharisma di BoII (dahulu PT Bank Swadesi,Tbk) dengan nilai likuidasi Rp. 6.018.400.000,00 dan nilai limit lelang Rp. 6.300.000.000,00 yang dipimpin oleh KPKNL Denpasar, diikuti oleh 14 peserta laku terjual dengan nilai Rp. 6.386.000.000,00.
Bahwa baik proses maupun pelaksanaan lelang tersebut telah dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. PT Ratu Kharisma dan pihak investor melalui surat tertanggal 19 Nopember 2010 kata Chotib telah menawar untuk membeli agunan yang akan dilelang tersebut dengan nilai Rp. 5.000.000.000,00 namun karena masih dibawah nilai likuidasi maka penawaran tidak dapat diterima.
Sehubungan pelaksanaan lelang hak tanggungan atas jaminan kredit PT Ratu Kharisma tersebut, maka PT Ratu Kharisma telah mengajukan 7 (tujuh) gugatan perdata kepada KPKNL Denpasar dan PT Bank of India Indonesia, Tbk serta pihak yang berkaitan dengan proses lelang hak tanggungan tersebut. Adapun 7 (tujuh) putusan perdata tersebut saat ini telah berkekuatan hukum tetap, yang mana menyatakan menolak semua gugatan yang diajukan oleh PT Ratu Kharisma.
Selanjutnya BoII juga mengajukan gugatan balik kepada PT Ratu Kharisma dan Penjamin hutang (bortogh) yang mana putusannya saat ini telah berkekuatan hukum tetap, yang salah satu amarnya menyatakan, menghukum Tergugat II untuk melunasi seluruh kewajiban hutang kepada Penggugat/ BoII secara tunai dan sekaligus sampai dengan tanggal 01 Desember 2009 hari terakhir sebelum Penggugat memutuskan Perjanjian Kredit tanggal 02 Desember 2009 sebesar Rp. 5.206.831.695,20.
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa pada tanggal 11 Februari 2011 telah dilaksanakan lelang hak tanggungan atas jaminan kredit PT Ratu Kharisma di BoII (dahulu PT Bank Swadesi,Tbk) dengan nilai likuidasi Rp. 6.018.400.000,00 dan nilai limit lelang Rp. 6.300.000.000,00 yang dipimpin oleh KPKNL Denpasar, diikuti oleh 14 peserta laku terjual dengan nilai Rp. 6.386.000.000,00.
Bahwa baik proses maupun pelaksanaan lelang tersebut telah dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. PT Ratu Kharisma dan pihak investor melalui surat tertanggal 19 Nopember 2010 kata Chotib telah menawar untuk membeli agunan yang akan dilelang tersebut dengan nilai Rp. 5.000.000.000,00 namun karena masih dibawah nilai likuidasi maka penawaran tidak dapat diterima.
Sehubungan pelaksanaan lelang hak tanggungan atas jaminan kredit PT Ratu Kharisma tersebut, maka PT Ratu Kharisma telah mengajukan 7 (tujuh) gugatan perdata kepada KPKNL Denpasar dan PT Bank of India Indonesia, Tbk serta pihak yang berkaitan dengan proses lelang hak tanggungan tersebut. Adapun 7 (tujuh) putusan perdata tersebut saat ini telah berkekuatan hukum tetap, yang mana menyatakan menolak semua gugatan yang diajukan oleh PT Ratu Kharisma.
Selanjutnya BoII juga mengajukan gugatan balik kepada PT Ratu Kharisma dan Penjamin hutang (bortogh) yang mana putusannya saat ini telah berkekuatan hukum tetap, yang salah satu amarnya menyatakan, menghukum Tergugat II untuk melunasi seluruh kewajiban hutang kepada Penggugat/ BoII secara tunai dan sekaligus sampai dengan tanggal 01 Desember 2009 hari terakhir sebelum Penggugat memutuskan Perjanjian Kredit tanggal 02 Desember 2009 sebesar Rp. 5.206.831.695,20.
(akr)
Lihat Juga :