BI Guyur Insentif Likuiditas Rp295 Triliun, Paling Besar ke Bank Swasta
Rabu, 19 Februari 2025 - 16:29 WIB
loading...
Bank Indonesia (BI) melaporkan penyaluran Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) hingga minggu kedua Februari 2025. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah menyalurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) sebesar Rp295 triliun hingga minggu kedua Februari 2025.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, dari angka tersebut disalurkan kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp129,2 triliun, bank Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) sebesar Rp131,9 triliun, Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp28,7 triliun, dan Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) sebesar Rp4,9 triliun.
"Hingga minggu kedua Februari 2025, Bank Indonesia telah memberikan insentif KLM sebesar Rp295 triliun, atau meningkat sebesar Rp36 triliun dari Rp259 triliun pada akhir Oktober 2024," kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulan Februari 2025, Rabu (19/2/2025).
Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75 Persen, Ini Alasannya
Perry menegaskan, BI terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah untuk mendukung kesuksesan program-program dalam Asta Cita melalui peningkatan KLM guna mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan pada sektor-sektor prioritas, termasuk sektor perumahan dan pertanian.
Adapun kredit perbankan tetap kuat mendukung pertumbuhan ekonomi. Pada Januari 2025, pertumbuhan kredit mencapai 10,27 persen (yoy), didorong oleh sisi penawaran dan permintaan.
Dari sisi penawaran, pertumbuhan kredit ditopang oleh realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan yang masih berlanjut, dukungan pendanaan dari pertumbuhan DPK yang masih terjaga, serta ketersediaan likuiditas yang tetap baik sejalan dengan implementasi penguatan KLM.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, dari angka tersebut disalurkan kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp129,2 triliun, bank Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) sebesar Rp131,9 triliun, Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp28,7 triliun, dan Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) sebesar Rp4,9 triliun.
"Hingga minggu kedua Februari 2025, Bank Indonesia telah memberikan insentif KLM sebesar Rp295 triliun, atau meningkat sebesar Rp36 triliun dari Rp259 triliun pada akhir Oktober 2024," kata Perry dalam konferensi pers RDG BI Bulan Februari 2025, Rabu (19/2/2025).
Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75 Persen, Ini Alasannya
Perry menegaskan, BI terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah untuk mendukung kesuksesan program-program dalam Asta Cita melalui peningkatan KLM guna mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan pada sektor-sektor prioritas, termasuk sektor perumahan dan pertanian.
Adapun kredit perbankan tetap kuat mendukung pertumbuhan ekonomi. Pada Januari 2025, pertumbuhan kredit mencapai 10,27 persen (yoy), didorong oleh sisi penawaran dan permintaan.
Dari sisi penawaran, pertumbuhan kredit ditopang oleh realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan yang masih berlanjut, dukungan pendanaan dari pertumbuhan DPK yang masih terjaga, serta ketersediaan likuiditas yang tetap baik sejalan dengan implementasi penguatan KLM.
Lihat Juga :