Imbas PSBB Jawa-Bali, Hati-hati Kemiskinan dan Pengangguran Membengkak

Jum'at, 08 Januari 2021 - 02:01 WIB
loading...
Imbas PSBB Jawa-Bali,...
Suasana di Pasar Tanah Abang saat PSBB. Foto/Dok SINDOphoto/Isra Triansyah
A A A
JAKARTA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa-Bali atau yang diistilahkan pemerintah sebagai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 11 Januari bisa berdampak signifikan pada dunia usaha berbagai sektor kususnya di manufaktur, perdagangan, dan pariwisata.

"Padahal yang terjadi, ekspektasi dunia usaha sudah mulai meningkat dengan adanya vaksin. Kemudian mereka juga sudah membeli bahan baku dalam jumlah banyak dan kapasitas produksi kembali normal, tapi tiba tiba ada kebijakan ini," kata Pengamat Ekonomi dari Indef, Bhima Yudhistira saat dihubungi di Jakarta, Kamis (7/1/2021).

(baca juga: Vaksin Pfizer Disebut Tak Sanggup Lawan Virus Corona Mutasi Afrika Selatan )

Menurut dia, dengan PSBB ini akan membuat ekspektasi pelaku usaha kembali menurun. Bahkan tingkat risiko meningkat karena ada tekanan dari sisi konsumsi rumah tangga dan mobilitas orang yang akan terganggu.

(Baca Juga : Harga Komoditas Melonjak, Pimpinan DPR Minta Pemerintah Segera Kontrol Pasar )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kondisi Angkatan Kerja...
Kondisi Angkatan Kerja RI: 7,2 Juta Pengangguran, 98,58 Juta Bekerja Penuh Waktu, Freelance 38,35 Juta
Mengatasi Pengangguran...
Mengatasi Pengangguran lewat Peningkatan Kompetensi Profesional Indonesia
Imbas AI, 23 Juta Orang...
Imbas AI, 23 Juta Orang Penduduk Bumi Terancam Jadi Pengangguran
Tanda Bahaya Ekonomi...
Tanda Bahaya Ekonomi Terbesar Eropa, Pengangguran Jerman Tertinggi dalam 10 Tahun
Prabowo Sebut Tingkat...
Prabowo Sebut Tingkat Pengangguran Turun ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Pengangguran Terbanyak di ASEAN, Indonesia Urutan Pertama
Ketum IDI Prediksi 5-10...
Ketum IDI Prediksi 5-10 Tahun Mendatang Terjadi Pengangguran Intelektual Dokter
Ekonomi China Melambat,...
Ekonomi China Melambat, Generasi Muda Hadapi Pengangguran dan Tekanan Hidup
BSKDN Kembangkan Instrumen...
BSKDN Kembangkan Instrumen untuk Ukur Kinerja Pemda Turunkan Pengangguran
Rekomendasi
Raih Bisnis Indonesia...
Raih Bisnis Indonesia Award 2026, Angela: MNC Digital Terus Berinovasi di Tengah Tantangan yang Ada
Portugal vs Spanyol...
Portugal vs Spanyol di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ronaldo-Yamal Siapa Lebih Moncer?
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Berita Terkini
PB PMII Dorong Audit...
PB PMII Dorong Audit Rantai Pasok Batu Bara Usai Pemadaman Listrik
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved